Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mahasiswa Korban Dugaan TPPO Ferienjob di Jerman: Memanfaatkan MBKM dengan Dalih Program Magang

image-gnews
Ilustrasi wisuda. shutterstock.com
Ilustrasi wisuda. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Korban perdagangan manusia modus ferienjob di Jerman mengharapkan pemerintah menaruh perhatian serius. Kasus ini, dengan korban mahasiswa 1.047 orang dari 33 kampus di Indonesia. Ini merupakan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO dengan modus memanfaatkan program pendidikan dengan metode magang kerja di Jerman.

“Bagi saya, TPPO ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Karena tren pengiriman yang semakin beragam,” kata Renda, korban ferienjob dari Universitas Jambi, melalui aplikasi perpesanan, Selasa malam, 26 Maret 2024.

Renda—nama samaran—satu dari 87 mahasiswa Universitas Jambi terlibat mengikuti program ini. Mereka dipkerjakan di berbagai tempat di Jerman. Renda bekerja di perusahaan logistik bernama ID Logistic di Kota Kaiserslautern. Bahkan dua kali, secara sepihak, perusahaan soponsor di Jerman—Brisk United GmbH—memecat dia bersama sejumlah mahasiswa ferienjob lain. Kasus PHK pertama terjadi pada 2 Desember 2023.

Awal Desember itu dia menerima pemberitahuan pemutusan kontrak kerja oleh Brisk. PHK ini bersamaan dengan 15 mahasiswa lain di ID Logistic. Renda harus dipindahkan ke apartemen lain. Dia diancam kalau tak segera keluar dari apartemen tempatnya tinggal di Apartemen Mozartstraße 2 di Kota Kaiserslautern, maka Brisk tak membayar biaya akomodasinya.

Bahkan empat hari setelah menerima pemberitahuan pemecatan, 6 Desember 2023, kata Renda, Brisk memaksa dirinya menandatangani surat pemutusan kontrak awal. Kontrak kerja yang berlaku selama 4 Oktober-30 Desember 2023. Brisk pun memaksa dia supaya kembali ke Indonesia. Desakan itu disampaikan melalui sambungan telepon WhatsApp bersama peserta ferienjob lainnya. 

“Brisk mengatakan kami harus pulang dan memaksa menjadwalkan ulang tiket pesawat. Atau jika masih bertahan saya harus membayar akomodasi sendiri setelah tanggal 10 Desember 2023,” tutur Renda.

Brisk, kata dia, mengatakan akan bertanggung jawab atas biaya perubahan jadwal tiket pesawat. Perusahaan itu memberi waktu maksimal 30 menit untuk mengubah jadwal keberangkatan di tiket setelah telepon berakhir. Namun Renda dan mahasiswa menolak. Akhirnya, dia berujar, Brisk merevisi pengubahan itu hingga satu hari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun Brisk kembali menghubunginya pada 11 Desember 2023. Menawarkan tawaran kerja di bidang pertanian di Kota Lohnbetrieb Stührenberg. Namun pekerjaan itu tanpa dibiayai akomodasi maupun transportasi. Belakangan tawaran pekerjaan itu, kata dia, tak jelas. Hingga akhirnya ia dipekerjakan di perusahaan sortir buah di Nordgemüse Krogmann GmbH & Co. Kg, Hanover. Sementara ia kembali dipindahkan ke Apartement 5 Jathostraße. Dua hari bekerja, 20 Desember 2023, ia dipecat Brisk.

Renda mengatakan, modus TPPO mulai berubah. Jika dulu korbannya orang dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah, kini merambah ke kaum terdidik. Salah satunya di program ferienjob yang melibatkan ribuan mahasiswa dari puluhan universitas. "Artinya para pelaku semakin adaptif terhadap situasi dan pandai membaca celah suatu program dengan memberikan modus-modus baru,” tutur Renda.

Dia menjelaskan, dalam kasus ferienjob, para pelaku memanfaatkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan dalih program magang. Program yang selaras dengan merdeka belajar di luar program studi. Selanjutnya, TPPO pada kasus ferienjob memperlihatkan sistem pendidikan masih bermasalah.

Menurut Renda, sistem pendidikan diciptakan seperti menghasilkan buruh dengan fokus untuk mengembangkan tenaga kerja. Sebab itu, berkaca dari kasus ini, Renda berharap, "Pemerintah dan institusi pendidikan harus aktif memberikan penyuluhan, pengawasan, dan menyaring program-program yang terindikasi atau rentan mengalami TPPO," ucap dia.

Pilihan Editor: Profil Sihol Situngkir, Guru Besar yang Diduga Terlibat TPPO Berkedok Pengiriman Magang Mahasiswa ke Jerman

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Mahasiswa di Bangladesh Bertambah

1 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Mahasiswa di Bangladesh Bertambah

Setidaknya sudah 10 orang tewas dalam unjuk rasa mahasiswa yang berujung bentrok dengan aparat kepolisian pada pekan ini.


Ditutup Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Melengkapi Persyaratan Beasiswa Unggulan 2024

1 hari lalu

Bagi Anda yang sedang mencari beasiswa di luar negeri, maka harus tahu negara dengan pendidikan gratis. Berikut ini ulasannya. Foto: Canva
Ditutup Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Melengkapi Persyaratan Beasiswa Unggulan 2024

Tahap melengkapi persyaratan pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU) Masyarakat Berprestasi 2024 ditutup hari ini, simak syarat dan cara melengkapinya.


Unjuk Rasa Mahasiswa, Perdana Menteri Bangladesh Janji Bentuk Komisi Yudisial

1 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Unjuk Rasa Mahasiswa, Perdana Menteri Bangladesh Janji Bentuk Komisi Yudisial

Perdana Menteri Bangladesh meyakinkan akan membentuk komisi yudisial untuk menegakkan keadilan pada korban tewas unjuk rasa menentang sistem kuota


Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

2 hari lalu

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan pada 16 Juli 2024. Sumber: Reuters
Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan


823 Warga Indonesia jadi Korban Online Scam Jaringan Dubai

2 hari lalu

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji memberikan keterangan saat konferensi pers kasus manipulasi data email, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Dalam kasus tersebut polisi menangkap 5 tersangka 2 diantaranya warga Nigeria yang terlibat membuat email dan rekening palsu sejumlah perusahaan ternama dengan mengganti posisi huruf alfabet sehingga menyerupai aslinya dan merugikan korban sebesar 32 miliar. TEMPO/ Febri Angga Palguna
823 Warga Indonesia jadi Korban Online Scam Jaringan Dubai

Dalam periode 2022-2024, jaringan online scam internasional yang berpusat di Dubai telah menipu 823 WNI dengan modus tawaran pekerjaan paruh waktu.


Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Internasional Online Scam di Dubai

3 hari lalu

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji memberikan keterangan saat konferensi pers kasus manipulasi data email, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024. Dalam kasus tersebut polisi menangkap 5 tersangka 2 diantaranya warga Nigeria yang terlibat membuat email dan rekening palsu sejumlah perusahaan ternama dengan mengganti posisi huruf alfabet sehingga menyerupai aslinya dan merugikan korban sebesar 32 miliar. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Internasional Online Scam di Dubai

Jaringan ini merekrut orang Indonesia untuk bekerja di Dubai dengan janji sebagai operator komputer. Ternyata dipekerjakan sebagai online scam.


1.234 Calon Mahasiswa Baru ITB Ajukan KIP Kuliah, Jatah Pemerintah 787 Orang

4 hari lalu

Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA
1.234 Calon Mahasiswa Baru ITB Ajukan KIP Kuliah, Jatah Pemerintah 787 Orang

Proses verifikasi mahasiswa angkatan 2024 yang mengajukan KIP Kuliah akan tertunda penyelesaiannya secara keseluruhan.


Terbit Rencana Perangin Angin Bebas, Hak Korban TPPO Terabaikan

5 hari lalu

Majelis hakim PN Stabat yang diketuai Andriansyah menjatuhkan vonis bebas kepada bekas Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin karena tidak terbukti melakukan TPPO. Foto: Istimewa
Terbit Rencana Perangin Angin Bebas, Hak Korban TPPO Terabaikan

Ketua PBHI, Julius Ibrani mengatakan, dengan diputusnya bebas Terbit Rencana Perangin Angin. Hal itu menunjukkan sistem peradilan di Indonesia hanya berfokus pada eksekutor dan abai dengan otak pelaku, khussnya bagi mereka yang memiliki kuasa. Sebab empat orang lainnya divonis bersalah.


Suami Jadi Korban Perbudakan di Myanmar, 4 Ibu Laporkan Lembaga Pelatihan di Sukabumi ke Polda Jabar

7 hari lalu

Seorang personel militer berjaga, ketika 200 personel militer Myanmar mundur ke jembatan ke Thailand pada hari Kamis setelah serangan selama berhari-hari oleh perlawanan anti-junta, yang menyatakan mereka telah memenangkan kendali atas kota perbatasan Myawaddy yang penting, yang terbaru dalam sebuah serangkaian kemenangan pemberontak, dekat perbatasan Thailand-Myanmar di Mae Sot, provinsi Tak, Thailand, 11 April 2024. REUTERS/Soe Zeya Tun
Suami Jadi Korban Perbudakan di Myanmar, 4 Ibu Laporkan Lembaga Pelatihan di Sukabumi ke Polda Jabar

Empat ibu melaporkan lemaba pelatihan di Sukabumi yang merekrut suami dan kerabat mereka kerja di Myanmar. Jadi budak untuk melakukan penipuan.


New York University Abu Dhabi Dihujat karena Mahasiswa Bela Palestina Dideportasi

8 hari lalu

Aktivis iklim melakukan protes untuk mendukung warga Palestina di Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab, 3 Desember 2023. REUTERS/Thaier Al Sudani
New York University Abu Dhabi Dihujat karena Mahasiswa Bela Palestina Dideportasi

NYUAD banjir kritikan karena mahasiswa yang meneriakkan Free Palestina dideportasi dari Uni Emirat Arab.