Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Soal Kematian Brigadir RAT, Kompolnas Ungkap Sejumlah Kejanggalan

Editor

Febriyan

image-gnews
Konferensi Pers di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Senin, 29 April 2024, mengenai kasus Brigadir RA yang tewas di dalam mobil Alphard, pada Kamis, 25 April 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Konferensi Pers di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Senin, 29 April 2024, mengenai kasus Brigadir RA yang tewas di dalam mobil Alphard, pada Kamis, 25 April 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir Ridhal Ali Tomi alias Brigadir RAT. Menurut dia, kejanggalan tersebut terlihat dari sejumlah pernyataan Polri soal kenapa RAT mengawal seorang pengusaha di Jakarta padahal dia bertugas di Manado. 

Poengky menyoroti pernyataan polisi bahwa atasan RAT di Polresta Manado tidak mengetahui korban bekerja sebagai ajudan pengusaha bernama Indra Pratama di Jakarta. Poengky mempertanyakan bagaimana seorang polisi dapat memiliki pekerjaan sampingan di luar wilayah tugasnya tanpa seizin atasan. Polisi juga menyatakan bahwa RAT mengajukan cuti. Apalagi, pernyataan itu bertentangan dengan keterangan istri RAT.  

"Kami melihat ada kesimpang-siuran antara keterangan istri almarhum dan keterangan kepolisian: istri mengatakan BKO, kepolisian mengatakan cuti sejak 10 Maret. Nah, kalau cuti kan harus sesuai aturan. Tidak bisa melebihi batas waktu. Masa cuti sejak 10 Maret sampai meninggalnya almarhum? Cuti kok bawa senpi," ujar Poengky kepada Tempo, Kamis, 2 Mei 2024.

Selain itu, dia menjelaskan  bahwa seorang anggota polisi memang diperbolehkan memiliki pekerjaan sampingan, namun hal ini harus dilakukan tanpa konflik kepentingan. Poengky pun menegaskan bahwa penugasan anggota kepolisian di luar kedinasannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena itu dia meminta Polri menjadikan kasus kematian Brigadir RAT ini sebagai momentum bagi Polri untuk melakukan evaluasi terhadap penugasan anggotanya yang tak sesuai prosedur. Selain itu, dia juga meminta agar Divisi Profesi dan Pengamanan Polri dan juga di setiap daerah untuk mengevaluasi soal pekerjaan sampingan anggotanya. Dia meminta Polri mengambil langkah tegas jika memang menemukan pelanggaran.

Brigadir RAT tewas di dalam sebuah mobil Toyota Alphard di sebuah rumah milik pengusaha di Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 April 2024. Polres Jakarta Selatan menyatakan RAT tewas karena bunuh diri dan telah menutup kasus ini. Dia disebut menembakkan pistol ke kepalanya. Akan tetapi pihak keluarga tak percaya dengan pernyataan Polri tersebut. 

Sebelumnya Ketua Kompolnas, Benny Mamoto, menyatakan pihaknya akan tetap menyelidiki misteri kematian Brigadir RAT meskipun Polres Jakarta Selatan menyatakan telah menutup kasus ini. "Kami akan mendalami latar belakang bunuh dirinya. Kami juga mendorong agar keluarga diberikan penjelasan yang lengkap sehingga semuanya transparan," kata Benny kepada Tempo, Senin, 29 April 2024. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain latar belakang kematian, Benny menyatakan pihaknya juga akan menelusuri soal mengenai penugasan Brigadir RAT di Jakarta. Polisi menyatakan RAT mengambil cuti untuk menjadi ajudan dan sopir Indra. Akan tetapi, belakangan Indra membantah hal itu. Dia menyatakan mengenal RAT saat dirinya berada di Manado untuk urusan pekerjaan beberapa tahun lalu. 

Soal keberadaan RAT di kediamannya pada pekan lalu, Indra menyatakan hanya untuk silaturahmi. RAT, menurut dia, baru tiba sepekan sebelumnya. Indra pun membantah jika RAT disebut sebagai ajudan sekaligus sopir pribadinya. "Tidak ada, jangan buat-buat opini sendiri," ujarnya pada Sabtu pekan lalu. 

Pernyataan Indra itu bertentangan dengan pernyataan tetangganya yang sempat diwawancarai oleh Tempo, Iman Syamsuddin. Menurut dia, RAT sudah berada di rumah tersebut sejak satu tahun terakhir. Sepengetahuannya, Brigadir RAT memang bertugas di Polresta Manado, namun bertugas sebagai pengawal di sana.

"Dinasnya di Polresta Manado, dikontrak sini. Saya lihat udah ada satu tahunan kurang lebih," kata Iman saat ditemui di klinknya pada Sabtu, 27 April 2024.

DIVA SYUUKI LARASATI| HANS REVANDA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Jaya 2024 Mulai 15 Juli, Ini Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditilang

6 jam lalu

Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol. Eddy Djunaedi memimpin apel pasukan persiapan gladi pengamanan KTT G20 di Bali, Kamis 10 November 2022. ANTARA/HO-Korlantas Polri
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Jaya 2024 Mulai 15 Juli, Ini Jenis Pelanggaran yang Bakal Ditilang

Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2024 di seluruh wilayah Indonesia.


Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit Dilimpahkan ke Polres Jaktim

7 jam lalu

Ilustrasi penyiksaan buruh migran. shutterstock.com
Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit Dilimpahkan ke Polres Jaktim

Polsek Duren Sawit melimpahkan kasus penyiksaan dan penyekapan pemuda berinisial MRR ke Polres Jaktim. Apa alasannya?


Penyidik Bareskim Periksa Dugaan Pengerjaan Proyek PUJTS PT LEN Industri yang Tidak Penuhi Standar

8 jam lalu

Kasubdit 1 Dittipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol Ahmad Sulaiman, keluar dari gedung Pelayanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM setelah melakukan penggeledahan. Kamis, 4 Juli 2024. Jihan
Penyidik Bareskim Periksa Dugaan Pengerjaan Proyek PUJTS PT LEN Industri yang Tidak Penuhi Standar

PT LEN sebagai pemenang tender pengadaan PJUTS di Kementerian ESDM hanya mengalokasikan separuh dari nilai pengerjaan untuk pengerjaan proyeknya.


Polri Rekrut 45 Sarjana IT sebagai Calon Perwira untuk Perangi Kejahatan Siber

17 jam lalu

Asisten SDM Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo (kedua dari kiri) berfoto bersama peserta disabilitas yang lolos seleksi SIPSS 2024, Minggu 25 Februari 2024. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)
Polri Rekrut 45 Sarjana IT sebagai Calon Perwira untuk Perangi Kejahatan Siber

Polri merekrut 45 calon perwira jalur SIPSS dengan keahlian khusus teknologi informasi


Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

18 jam lalu

Apa Kata Tempo: Hoegeng dan Integritas Tanpa Batas
Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

Kapolri Listyo Sigit menggagas Hoegeng Awards pertama kali pada 2022. Apa hubungannya dengan humor Gus Dur?


Polri Rekrut 45 Calon Perwira Sarjana untuk Perangi Kejahatan Siber

19 jam lalu

Ilustrasi kejahatan siber. (Antara/Pixabay)
Polri Rekrut 45 Calon Perwira Sarjana untuk Perangi Kejahatan Siber

Demi memerangi kejahatan siber, Polri merekrut 45 orang sebagai calon perwira dengan latar belakang keahlian di bidang Informasi dan Teknologi.


Ke Calon Prajurit Remaja TNI-Polri, Prabowo: Untuk Apa Bangun Bangunan, Bandara, Waduk, Kalau Negara Tak Utuh

19 jam lalu

Menhan yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto menyapa awak media sebelum bertemu dengan Presiden Jokowi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 8 Juli 2024. Dalam keterangan persnya Prabowo akan menjalankan rekomendasi BPK saat masa peralihan ke pemerintahan. TEMPO/Subekti
Ke Calon Prajurit Remaja TNI-Polri, Prabowo: Untuk Apa Bangun Bangunan, Bandara, Waduk, Kalau Negara Tak Utuh

Dalam pesannya, Prabowo mengatakan bahwa menjadi prajurit TNI dan Polri adalah panggilan pengabdian yang mulia.


Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

3 hari lalu

Konferensi pers Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Satgas P3GN, mulai 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, telah berhasil menangkap 38.194 tersangka kasus narkoba serta menyita barang bukti sabu sebanyak 4,4 ton, 2,6 juta butir ekstasi, 2,1 ton ganja, 11,4 kg kokain, 1,28 ton tembakau gorila, 32,2 kg ketamine, 86 gram heroin dan 16,7 juta butir obat keras.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

Satgas di bawah naungan Bareskrim Polri itu menyatakan telah menyita berbagai jenis narkoba yang dibungkus dengan kemasan teh Cina hingga kopi.


Status Tersangka Pegi Setiawan Dicabut, Komisi III DPR Minta Polri Investigasi

3 hari lalu

Wakil Ketua Bappilu DPP PPP Achmad Baidowi saat memberikan keterangan di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2023. ANTARA/Rio Feisal
Status Tersangka Pegi Setiawan Dicabut, Komisi III DPR Minta Polri Investigasi

Anggota Komisi III DPR Achmad Baidowi meminta Kapolda Jabar untuk menjaga profesionalitas Polri dalam menangani kasus Pegi Setiawan.


Warga Rumah Dinas Polri Pondok Karya Mampang Klaim Bukan Polisi yang Bangun Kompleks Itu

4 hari lalu

Sejumlah keluarga pensiunan Polri yang terancam diusir Yanma Polri datangi kantor Komnas HAM, Jakarta pada Senin, 8 Juli 2024. TEMPO/ Mochamad Firly Fajrian
Warga Rumah Dinas Polri Pondok Karya Mampang Klaim Bukan Polisi yang Bangun Kompleks Itu

Ida Bagus Ketut Weda, menceritakan kondisi ketika pertama kali pindah ke rumah dinas Kompleks Pondok Karya, Mampang, Jakarta Selatan pada 1959.