Antasari Beri Judul Pledoi "Imaginasi Penuntut Umum Berujung Hukuman Mati"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Antasari Azhar menyampaikan pembelaannya (pledoi) di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini (28/1). Antasari membacakan sendiri pledoi berjudul "Imaginasi Penuntut Umum Berujung Hukuman Mati".

    Antasari mengatakan bahwa tuntutan penuntut umum terhadapnya tidak memiliki dasar fakta hukum yang kuat dan hanya berdasarkan imaginasi semata. Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut juga mengatakan bahwa ada upaya sistematis pihak ketiga untuk menjebak dan membuat dia harus lengser dari jabatannya. "Dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk singkirkan saya sebagai ketua KPK," ujar Antasari di depan majelis hakim, Kamis (28/1).

    Antasari membantah bahwa dirinya terlibat dalam pembunuhan terhadap Nasrudin. "Ada upaya sistimatis yang menggambarkan pola bahwa saya adalah orang yang punya motifasi menghilangkan nyawa Nasrudin Zulkarnaen," lanjutnya.

    Seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, hari ini Antasari Azhar akan membacakan pembelaannya terkait tuntutan hukuman mati yang diajukan jaksa penuntut umum. Selanjutnya tim pembela Antasari juga akan membacakan pembelaan terhadapnya.

    Antasari Azhar bersama mantan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wiliardi Wizar, dan pengusaha, Sigid Haryo Wibisono didakwa melakukan penganjuran pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin tertembak Cikokol, Tangerang, 14 Maret 2009.


    AGUNG SEDAYU | MUTIA RESTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.