Ada SBY di Gambir, Penumpang Tak Ingin Ketinggalan Kereta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ratusan petugas keamanan, mulai dari satuan pengamanan setempat, polisi, tentara, hingga Paspampres hilir mudik di sudut-sudut Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Agustus 2011. Penjagaan menjalar hingga sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur sejak pukul 15.00.

    "Menurut rencana, Presiden SBY akan datang ke sini," kata Rapino Situmorang, Junior Manager Eksternal Humas Daop 1 Jakarta. Junior belum dapat memastikan pukul berapa Presiden akan tiba dari Tegal, Jawa Tengah. "Kami cuma ketempatan," ujarnya menambahkan.

    Para petugas itu sibuk sekali dengan alat komunikasi di tangan. Penjagaan di stasiun berdampak menjadi lebih ketat. Di pintu-pintu masuk stasiun, jika biasanya hanya ada dua atau tiga petugas memeriksa tiket para calon penumpang, kini setidaknya ada lima orang petugas dari berbagai kesatuan. Beruntung penumpang tak harus membongkar barang bawaannya ataupun melewati metal detektor.

    Deny Mandala Putra, seorang Pramuka yang membantu pelaksanaan arus mudik di Stasiun Gambir, mengungkapkan beberapa anggota Paspampres telah mulai mengamankan stasiun sejak sekitar pukul 12.00 tadi. "Sempat ada yang menyisir stasiun," ujar remaja ini.

    Beruntung, tindakan pengamanan ini tak sampai mengganggu pertunjukan musik di ruang tunggu stasiun. Penumpang yang menunggu keberangkatan kereta juga tak tampak antusias, kendati mereka tahu Presidennya akan datang. "Kereta saya sebentar lagi berangkat, masak saya harus ketinggalan kereta demi bertemu Presiden?" kata Suherman sembari berjalan menuju Kereta Argo Parahyangan.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.