Polisi Sebar Sketsa Penembak Kamerawan TVRI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sanak keluarga berdoa disamping jenazah Djuli Elfano  dikediamannya di Villa Bintaro Indah, Tangerang Selatan, Minggu (18/3). ANTARA/Muhammad Deffa

    Seorang sanak keluarga berdoa disamping jenazah Djuli Elfano dikediamannya di Villa Bintaro Indah, Tangerang Selatan, Minggu (18/3). ANTARA/Muhammad Deffa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan mengumumkan sketsa wajah dua pencuri motor yang menembak mati kamerawan senior TVRI Djuli Elfano. Ada dua orang yang diduga pelaku penembak Djuli Elfano. Yang satu wajahnya terlihat jelas, yang lain mengenakan helm. “Kami akan berupaya keras mengejar pelaku,” kata Budi di kantor Polres Jakarta Selatan, Rabu, 21 Maret 2012.

    Budi mengatakan ciri-ciri pelaku diperoleh dari keterangan saksi-saksi. Saksi antara lain tetangga korban di Jalan Kalimantan, Kompleks Vila Bintaro Indah Blok B4 Nomor 2A, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari anak korban bernama Kenang Jenaya, 15 tahun. “Mereka termasuk saksi kunci,” katanya.

    Menurut Budi, orang yang diduga menembak Djuli adalah orang yang tidak mengenakan helm saat beraksi. Ciri-cirinya, berambut pendek rapi dan sedikit ikal. Bertubuh kurus, memakai jaket denim berwarna gelap, berkulit sawo matang, dan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Pelaku diperkirakan berusia 35 tahun.

    Pelaku lainnya yang mengenakan helm sepenuh muka saat beraksi diketahui bertubuh gemuk dan kekar, memakai jaket, tinggi kira-kira 170 sentimeter. Usianya diperkirakan 30 tahun. Lantaran memakai helm, polisi tak bisa membuat sketsa wajahnya.

    Penembakan Djuli terjadi pada Sabtu, 17 Maret 2012 siang lalu di depan rumah korban. Diduga pelaku berniat mencuri sepeda motor korban, Suzuki Satria FU bernomor polisi B-6481-WEP, yang kebetulan terparkir di depan rumahnya. Salah satu pelaku sudah menunggangi motor itu. Djuli yang kebetulan keluar rumah memergokinya. Pelaku panik dan kemudian melepaskan tembakan.

    Polisi berupaya membuka arsip-arsip lama residivis yang dulu terlibat pencurian kendaraan bermotor. “Kami akan minta bantuan Markas Besar Polri juga,” kata Budi. Namun, proses itu butuh waktu agak lama. “Sebab, data itu ada ribuan,” ujarnya.

    Jika masyarakat menemukan orang yang ciri-cirinya mirip dengan sketsa yang dipublikasikan, kata Budi, warga bisa segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.

    ANANDA BADUDU



    Berita Terkait:

    Anak Djuli Elfano: Ayah Tak Punya Musuh
    Kala Umroh, Djuli Elfano Beli Kain Kafan
    Djuli Elfano Kamerawan TVRI Dimakamkan Hari Ini
    Proyektil Peluru Seukuran Kelingking Orang Dewasa
    Kameramen TVRI Tertembak Perampok
    Ditembak, Kameramen TVRI Sempat Dilarikan ke RS
    Kameramen TVRI Ditembak, Ini Keterangan Sang Anak
    Polisi Buru Penembak Kameramen TVRI
    Jasad Kameramen TVRI Diotopsi di RS Fatmawati
    Beberapa Hari Sebelum Tewas, Kameramen TVRI Pulang Umroh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.