Pasar Jaya Belum Hitung Kerugian Banjir di Cipulir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang mengamankan barang dagangannya ketika banjir merendam kiosnya di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (3/4). ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah pedagang mengamankan barang dagangannya ketika banjir merendam kiosnya di Pasar Raya Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (3/4). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik PD Pasar Jaya DKI Jakarta, Lutfi Rachman, menyatakan banjir yang melanda Pasar Cipulir memang cukup parah. Namun dia belum bisa menghitung total kerugian akibat musibah itu. “Masih menunggu laporan dulu," kata Lutfi di Pasar Cipulir, Selasa, 3 April 2012.

    Menurut Lutfi, banjir di Pasar Cipulir terjadi karena luapan Kali Pesanggrahan. Untuk mengatasi banjir, PD Pasar berencana memompa air keluar dari dalam pasar. Langkah itu dilakukan setelah debit air di Kali Pesanggrahan mulai berkurang.

    Banjir kali ini, kata Lutfi, adalah yang terparah sejak 2007. PD Pasar sebenarnya sudah melakukan revitalisasi agar banjir tidak lagi masuk ke lokasi pasar. Salah satunya dengan meninggikan tanggul dan memasang pompa tambahan.

    "Sebelumnya sudah berhasil, tapi yang ini sepertinya lebih parah," kata Lutfi.

    Berdasarkan pantauan Tempo, ketinggian air di Pasar Cipulir hingga siang tadi masih setinggi paha orang dewasa. Akibatnya, aktivitas perdagangan di pasar nyaris lumpuh. Sementara ketinggian air di Kali Pesanggrahan perlahan surut.

    DIMAS SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.