Jokowi Ingin Lebarkan Tiga Trotoar Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pengendara kendaraan bermotor roda dua menaiki trotoar di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (9/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Aksi pengendara kendaraan bermotor roda dua menaiki trotoar di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (9/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan akan membuat trotoar ideal yang akan menjadi percontohan di tiga lokasi Ibu Kota. Ketiganya adalah trotoar Jalan MT Haryono-Gatot Subroto, MH Thamrin-Jenderal Sudirman, dan kawasan Casablanca.

    "Tiga kawasan tersebut bisa dibilang padat aktivitas lalu-lalang pejalan kaki," kata Manggas kepada Tempo, Sabtu, 28 September 2013. “Sehingga kawasan itu perlu dipercantik agar memberi rasa aman dan nyaman.”

    Di kawasan Casablanca misalnya, menurut Manggas, lebar trotoar dengan kepadatan lalu lalang masyarakat tidak seimbang. “Lebar trotoar di kawasan tersebut hanya 1,5 meter. Padahal daerah tersebut termasuk pusat kantor dan belanja.”

    Secara umum, Manggas menerangkan, rata-rata trotoar akan dilebarkan menjadi 8 meter. Selain itu, trotoar ini akan "ditutup" agar tidak diserobot pengendara sepeda motor.  Di sepanjang jalurnya akan ditanam pohon sebagai pengganti kanopi.

    Namun pembangunan trotoar ini terkendala pagar keliling yang dinilai melanggar peraturan darah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai pembangunan pagar keliling ini melanggar Peraturan Daerah. Aturan yang dilanggar adalah Perda Nomor 7 Tahun 2010 soal Bangunan Gedung. Dalam peraturan ini, pembangunan pagar harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat umum sekitar.

    "Makanya ini akan kami koordinasikan dengan pemilik gedung," ujarnya. Rencannya, Senin, 30 September 2013, nanti Jokowi akan mengumpulkan dulu pimpinan untuk membahas pembongkaran pagar gedung ini.

    SYAILENDRA

    Topik Terhangat
    Mobil Murah
    | Senjata Penembak Polisi | Kontroversi Ruhut Sitompul | Guyuran Harta Labora | Info Haji


    Berita Terkait
    Jokowi Akan Percantik Trotoar Jakarta 

    Ditegur Mendagri, Ahok: Cuekin Saja 

    Jokowi Bantah Beri Tambahan Uang ke Warga Ria Rio 

    Pengamat: Kasus Lurah Susan Biar Diurus Wali Kota 

    Pendemo Lurah Susan Bukan Warga Lenteng Agung?  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.