Jokowi Soal Proyek Reklamasi: Yang Antre Banyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jokowi saat mengikuti acara

    Ekspresi Jokowi saat mengikuti acara "Meeting of The Governors and Mayors of the Capitals ASEAN" di JW Mariot Hotel, Jakarta, (19/09). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tak ingin terburu-buru dalam perencanaan maupun pengerjaan proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall). "Saat ini masih perencanaan," katanya saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Senayan pada Kamis, 12 Desember 2013.

    Proyek raksasa itu berhubungan dengan proyek lainnya, yakni reklamasi pantai. Keduanya bersama-sama menghimpun konsep Jakarta sebagai water front city, perpaduan tanggul dan kota di atas laut alias reklamasi.

    Meski masih dalam perencanaan, Jokowi yakin proyek water front city ini sudah banyak dilirik investor. "Yang antre buanyak banget," katanya.

    Jokowi menyatakan tidak mau terburu-buru memutuskan giant sea wall karena ada beberapa pertimbangan, di antaranya beban penduduk. Dia memperkirakan, jika water front city ini dimulai, ada 750 ribu penduduk baru yang datang.

    Menurut Jokowi, izin reklamasi pulau di utara Jakarta sudah ada sejak masa Gubernur Fauzi Bowo. Dari 17 izin yang masuk, Jokowi meneruskan, hanya ada satu yang diberi izin untuk membangun pulau oleh Fauzi. Reklamasi ini berlangsung di utara Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sebagai bentuk kehati-hatiannya, izin yang sudah habis per September 2013 itu belum ia izinkan diperpanjang.

    SYAILENDRA

    Berita Lainnya:
    Samad: Siapa Atut, sehingga KPK Harus Takut?
    Ketua KPK: Kasus Korupsi di Banten Sangat Banyak
    Dikuntit Media, Jokowi: Asal Tidak Ikut Saya Mandi  
    Inilah Ponsel Android Pertama Nokia   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.