Tragedi Bintaro, Supir Tangki Sedikit Bicara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pemadam Kebakaran mencoba mengevakuasi korban kecelakaan tabrakan antara kereta api commuter line Serpong-Tanah Abang dengan kendaraan tangki BBM di perlintasan Bintaro, Jakarta (9/12). TEMPO/Subekti.

    Petugas Pemadam Kebakaran mencoba mengevakuasi korban kecelakaan tabrakan antara kereta api commuter line Serpong-Tanah Abang dengan kendaraan tangki BBM di perlintasan Bintaro, Jakarta (9/12). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Chosimin, 40 tahun, supir truk tangki bahan bakar yang tertabrak kereta Commuter Line di Bintaro, sudah berangsur membaik. Luka bakar yang berada di wajahnya sudah mulai mengering. Perban yang menutupi wajahnya sejak pekan lalu juga sudah mulai dibuka.

    Chosmin bahkan sudah sanggup duduk di tempat tidurnya dan membalas salam tamunya.
    "(Kondisi saya sudah) Baik," kata Chosimin menjawab pertanyaan mengenai kondisinya di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kamis, 19 Desember 2013.

    Akibat tabrakan maut di Bintaro itu, Chosimin mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya. Bahkan, ketika melambaikan tangan kanannya perban masih menempel. Begitu pula tangan kirinya. Lukanya tergolong derajat 10 persen yaitu cukup serius.

    Chosimin dilarang banyak bicara oleh perawat yang mendampinginya. Sang perawat membantunya bangun dan duduk di tepi tempat tidurnya. Chosimin masih menempati ruangan yang sama sejak sepekan lalu. Ruang perawatannya merupakan ruangan steril di Instalasi Luka Bakar Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia adalah supir truk tangki yang bertabrakan dengan kereta api Commuter Line, yang sedang melaju dari Serpong menuju Tanah Abang pada 9 Desember lalu.

    Di samping tempat tidur Chosimin, Mudjiono (44 tahun), kernet Chosimin terbaring. Kondisinya belum ada perubahan sejak sepekan lalu. Wajahnya masih dibalut perban. Ia menderita luka bakar lebih parah, yakni 25 persen di bagian wajah dan tangan kiri.

    Dari jendela, Chosimin terlihat kembali mengangkat tangan kanannya bermaksud pamit mengakhiri perjumpaan dan tersenyum. Perawat yang sejak tadi menemaninya kemudian membantu Chosimin untuk kembali berbaring. Setelah Chosimin berbaring, dari balik jendela perawat meminta izin menurunkan penutup jendela.

    LINDA HAIRANI

    Topik Terhangat
    Atut Tersangka
    | Mita Diran | Petaka Bintaro | Sea Games | Pelonco ITN

    Baca juga
    Bu Pur Akui Dapat Proyek di Kemenpora 

    Bantah Isi BAP Hambalang, Bu Pur Dimarahi Hakim 

    Pengacara Deddy Kusdinar Siap Cecar Bu Pur 

    Bertemu Bu Pur, Kapolri Bantah Bahas Hambalang 

    Rizal: Choel Akui Terima Duit Rp 5 M dari Deddy  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.