Mahasiswi Diperkosa Fotografer di Ciracas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswi universitas swasta di Jakarta berinisial ANS, 19 tahun, diduga diperkosa ICK, 23 tahun, yang berprefesi fotografer di daerah Ciracas, Jakarta Timur. Anehnya, ANS malah dijadikan tersangka oleh polisi untuk kasus yang berbeda.

    Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Endang Sri Lestari menuturkan, kejadian pemerkosaan terjadi pada 1 September 2013 lalu. Korban diimingi ICK untuk melakukan sesi pemotretan di ruko lantai 2 di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

    ICK yang tak lain teman sekampus korban mengaku ingin menjadi fotografer handal. Makanya, pelaku meminta korban menjadi modelnya. Di sela pemotretan, ICK malah meminta ANS foto telanjang, bahkan pelaku mengancam korban. Korban pun ketakutan dan akhirnya mengabulkan permintaan tersangka.

    Tak puas, usai pemotretan, korban diperkosa. Di bawah ancaman foto bugilnya bakal disebarluaskan, ANS terpaksa meladeni nafsu bejat ICK. Setelah pulang, ANS pun menceritakan peristiwa yang menimpanya ke ayahnya. Lantas mereka pun melaporkan kejadian itu ke Polres Jakarta Timur. "Berkasnya sudah P21. Bahkan pelakunya kami tangkap. Tapi pelaku meminta penangguhan penahanan," ucap Endang saat dihubungi, Rabu, 8 Januari 2014.

    ICK, kata dia, melaporkan ANS ke polisi atas tuduhan perusakan kamera miliknya. "Di sini, ANS jadi tersangka," katanya. Kasus pun ditangani bagian kriminal umum dan ANS dijadikan tersangka.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Abraham Samad Marah Anas Mangkir Diperiksa KPK
    Uang Suap Rudi Mengalir ke Sutan Bhatoegana
    Anas Sudah di Area Gedung KPK, Kenapa Tak Masuk?
    Bantah ke Cikeas, Denny Tuntut PPI Minta Maaf
    Farhat Abbas: Deddy Minder Acaranya Diambil-alih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.