Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dugaan Pelecehan Seksual Istri Pasien oleh Dokter di Palembang, Bukan Perkosaan Tapi Ini Kata Pelapor

image-gnews
ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)
ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dugaan pelecehan seksual oleh dokter spesialis di Palembang terus bergulir di Polda Sumatera Selatan. Kabar terbaru menyebut bila pelapor bukan diperkosa oleh dokter di sebuah rumah sakit dikawasan Jakabaring, Palembang melainkan terlapor menyentuh bagian sensitif pelapor.

Febriansyah, Pengacara TA menjelaskan kliennya yang sedang hamil tersebut bukan mengalami perkosaan melainkan telah digerayangi pada bagian-bagian tubuhnya. Akibat perbuatan itu, pelapor mengalami luka lecet pada bagian payudara sebelah kiri. “Tidak sampai situ (perkosaan). Terlapor meremas-remas  dan menghisap payudara korban,” kata Febriansyah, Jumat, 1 Maret 2024. 

Untuk melengkapi laporannya di Polda Sumatera Selatan, pelapor hari memberikan barang bukti yang berhubungan dengan dugaan kasus asusila ini. Selain itu, pengacara akan menemani pelapor pengambilan sample darah. “Hari ini kita langsung ambil sampel darah untuk dicocokkan sisa darah yang ada di jarum suntik,” ujarnya. 

Febriansyah, Pengacara TA menjelaskan kemarin pihaknya diminta melengkapi barang bukti. Barang bukti yang diminta berupa pakaian yang dikenakan pelapor saat kejadian.  Barang bukti yang diserahkan berupa berupa pakaian ,celana dan Bra yang dipakai korban saat kejadian. 

Peristiwa dugaan pelecehan terjadi pada 20 Desember 2023 sekitar pukul 22.30 di salah satu ruang perawatan rumah sakit. Sejauh ini pelapor dengan inisial TA sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban di Polda Sumatera Selatan. Bahkan penyidik juga dikabarkan telah memeriksa sejumlah saksi lainnya yang dinilai mengetahui kejadian. 

“Kasus ini sekarang sudah masuk proses gelar pekara,” febri menambahkan. Dalam keterangannnya, dia menjelaskan kejadian bermula saat kliennya mengantar suaminya pergi berobat ke rumah sakit. Kemudain suami korban dioperasi dan harus dirawat inap oleh pihak rumah sakit. 

Setelah menjalani rawat inap selama satu malam, sang istri bertanya kepada perawat apakah sang suami sudah boleh pulang, karena mengingat kondisi suami sudah dirasa baik, tetapi perawat menjawab harus menunggu dokter terlebih dahulu. 

Sementara terlapor kata Febriansyah merupakan dokter di rumah sakit tersebut dengan inisial MY. Tak terima atas kejadian tersebut, TA bersama Kuasa Hukumnya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan (Sumsel). 

Masih kata pengacara, Terlapor sempat menyuntik pasien hingga tidak sadarkan diri. Febriansyah mengatakan seusai menyuntik pasien, oknum dokter memanggil istri pasien untuk kembali menyuntik.

Namun, sang istri menjawab tidak mau disuntik, dengan alasan dalam keadaan hamil. "Oknum dokter ini jawab kalau suntikan tersebut tidak mempengaruhi kondisi kehamilan," kata Febriansyah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Singkat cerita lanjut Febriansyah, sang klien bersedia untuk disuntik. Setelah disuntik, pelapor tidak sadarkan diri dan di saat itulah oknum dokter ini melakukan kekerasan seksual.

Bantahan Dokter MY

Laporan TA dibantah keras dokter MY. Namun demikian ada beberapa hal yang dibenarkan oleh Bennadi termasuk keterangan yang menyebutkan bila dokter MY memberikan suntikan pada pasien dan istrinya. Hanya saja menurut Bennadi, material yang disuntikkan ke tubuh pasien dan istrinya bukan obat bius melainkan vitamin.

Dia juga membantah bila pasien dipindah dari kelas II ke ruang VIP melainkan pasien dipindahkan ke ruang tindakan. Dia berani membuktikan omongannya karena didukung oleh rekaman CCTV milik rumah sakit. Selanjutnya, Pasien yang juga suami pelapor dilakukan tindakan dengan diberi suntikan vitamin sebanyak 2cc. Suntikan diberikan agar bisa menimbulkan rasa santai dan tidak menimbulkan rasa sakit.

“Jadi paketnya 5 cc tapi yang di suntikkan 2 cc saja itu takarannya. Jadi itu paket 5 cc dari rumah sakit,” katanya, Kamis, 29 Februari 2024. Sisanya dari vitamin tersebut kemudian oleh dokter MY disuntikan pada bagian tubuh TA selaku pelapor. Pemberian vitamin pada pelapor dimaksud atas permintaan suaminya dan disetujui oleh pelapor. 

“Tidak ada yang nama tidak sadarkan diri (pasien dan pelapor). Karena setelah pemberian suntikkan dia dipindahkan lagi ke ruang pasien. Itu ada CCTVnya,” ujar Bennadi Hay. 

Dugaan pencabulan itu berlangsung 20 Desember 2023 sekitar pukul setengah 11 malam lalu,saat korban sedang mendampingi suaminya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut akibat mengalami kecelakaan kerja. 

Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Riswidiati Anggraini, membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum dokter tersebut. Pihaknya sedang mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan saksi, korban. “Untuk keterangan lebih lengkap silakan langsung konfirmasi ke Direktur ya,” katanya. 

Pilihan Editor: Fakta-fakta Soal Dugaan Pelecehan Seksual Dokter Ortopedi ke Istri Pasien, Versi Terlapor dan Korban

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kompolnas Sebut Laporan Korban Pelecehan Seksual di KRL Semestinya Diterima Dulu oleh Polisi

17 jam lalu

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim kunjungi Polda Sumut. ANTARA/HO
Kompolnas Sebut Laporan Korban Pelecehan Seksual di KRL Semestinya Diterima Dulu oleh Polisi

Komisioner Kompolnas mengatakan, penanganan kasus pelecehan seksual memang ditangani oleh penyidik dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).


Kronologi Pelecehan Seksual di KRL yang Berujung Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota Polres Tebet

19 jam lalu

Ilustrasi pelecehan seksual dengan merekam video di ponsel. Sumber: asiaone.com/The Strait Times.
Kronologi Pelecehan Seksual di KRL yang Berujung Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota Polres Tebet

Korban menyayangkan tindakan aparat tersebut dan berbelitnya birokrasi untuk penanganan kasus pelecehan seksual.


Aduan Pelecehan Seksual Penumpang KRL Sempat Ditolak 3 Kantor Polisi, Kenapa?

1 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual merekam orang lewat ponsel. Sumber: asiaone.com/The Strait Times.
Aduan Pelecehan Seksual Penumpang KRL Sempat Ditolak 3 Kantor Polisi, Kenapa?

Penumpang KRL sempat laporkan pelecehan seksual ke Polsek Taman Sari, Menteng, dan Tebet, tapi ditolak.


Laporan Pelecehan Seksual di KRL Dioper Polisi, Pemerintah Disarankan Buka Pengaduan di Kelurahan

1 hari lalu

Ilustrasi kekerasan seksual. Freepik.com
Laporan Pelecehan Seksual di KRL Dioper Polisi, Pemerintah Disarankan Buka Pengaduan di Kelurahan

Pegiat advokasi anti-kekerasan seksual Olin Monteiro mengatakan harus ada birokrasi pelaporan pelecehan seksual mulai dari tingkat terendah.


KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

3 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak perempuan. Shutterstock
KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

Menurut KPAI, pencabulan terhadap anak panti asuhan oleh polisi bukti penegak hukum belum memahami penanganan kekerasan seksual.


Rektor UMS Copot 2 Dosen dalam Kasus Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswa

3 hari lalu

Kepala Biro Rektorat UMS Anam Sutopo (kiri), Wakil Rektor IV UMS Em Sutrisna (tengah), dan Kabag Hukum, Layanan Persyarikatan & Umum Biro Rektorat Bambang Sukoco, menggelar konferensi pers di Gedung Siti Walidah UMS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Rektor UMS Copot 2 Dosen dalam Kasus Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswa

Ada dua dosen UMS yang dicopot dari jabatannya karena kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa. Pencopotan dilakukan setelah dilakukan investigasi.


Dugaan Pelecehan Seksual di KRL, Komnas Perempuan Berikan Apresiasi Korban

4 hari lalu

Ilustrasi merekam lewat ponsel. Sumber: asiaone.com/The Strait Times.
Dugaan Pelecehan Seksual di KRL, Komnas Perempuan Berikan Apresiasi Korban

Kasus ini berawal dari dugaan pelecehan seksual di KRL yang dialami seorang jurnalis magang ketika direkam oleh seorang bapak di seberangnya.


Tak Proses Laporan Korban, Kapolsek Tebet: Pelecehan Seksual Bukan Kewenangan Polsek

4 hari lalu

Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com
Tak Proses Laporan Korban, Kapolsek Tebet: Pelecehan Seksual Bukan Kewenangan Polsek

Kapolsek Tebet Komisaris Murodih buka suara soal viralnya pengakuan seorang jurnalis yang menjadi korban pelecehan seksual


Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

5 hari lalu

Kepolisian mengawal tersangka kasus sodomi anak berinisial SA (kanan) usai mengikuti konferensi pers di Polda NTB, Mataram, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: ANTARA/Dhimas B.P
Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

SA, 20 tahun, tersangka tindak pidana kekerasan seksual di NTB mengaku telah melakukan sodomi pada 10 anak.


ASN di Sumsel Ditangkap Atas Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Ini Ancaman Hukumannya

6 hari lalu

Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap seorang ASN di Palembang dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal, Senin, 15 Juli 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
ASN di Sumsel Ditangkap Atas Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Ini Ancaman Hukumannya

ASN di Sumatera Selatan ditangkap dengan dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Bagaimana ancaman hukumannya?