30 Unit KRL Bekas Tiba Lagi di Tanjung Priok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan aktivitas bongkar muat gerbong KRL bekas Jepang  di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta , Rabu (4/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Petugas melakukan aktivitas bongkar muat gerbong KRL bekas Jepang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta , Rabu (4/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak 30 unit lagi gerbong kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang pesanan PT Kreta Api Indonesia datang. Mereka tiba di Stasiun Pasoso, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat malam 10 Januari 2014.

    "Ini kedatangan tahap kelima," kata Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, Sabtu 11 Januari 2014.

    Eva menjelaskan, sebanyak 30 unit kereta itu adalah bagian dari pembelian 180 unit KRL seri 205 bekas milik East Japan Railway (JR East) oleh PT KCJ pada 2013. Kedatangan kereta sebelumnya sudah berlangsung sejak awal November tahun lalu.

    Menurut Eva, dengan kedatangan 30 unit ini, berarti sudah 130 yang sudah sampai. Sebanyak 100 yang sebelumnya sedang melalui proses sertifikasi di Kementerian Perhubungan. "Armada baru dapat dioperasikan setelah proses sertifikasi selesai."

    Rangkaian kereta yang baru didatangkan dari Jepang ini rencananya akan menggantikan sebagian rangkaian lama yang dianggap perlu perbaikan. PT KCJ juga menargetkan penambahan jumlah penumpang dengan pembelian itu.

    Baca: Harapan untuk Gerbong Bekas dari Jepang

    ATMI PERTIWI

    Terpopuler
    Ini Dia Pelempar Telur ke Anas di KPK
    Ini Kata Bakrie Setelah Beli Path Rp 304 Miliar
    Anas Ditahan, Ibunya Langsung Masuk Kamar 
    Tafsir Terima Kasih Anas Urbaningrum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.