Karung Pasir Bentengi Tanggul Latuharhary  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tanggul Latuharhary yang miring sepanjang 30 meter di Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta (26/12). Miringnya tanggul ini diakibatkan tergerusnya lapisan tanah di bawah tanggul tersebut yang pernah jebol dan merendam kawasan Thamrin pada Januari 2013 lalu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kondisi tanggul Latuharhary yang miring sepanjang 30 meter di Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta (26/12). Miringnya tanggul ini diakibatkan tergerusnya lapisan tanah di bawah tanggul tersebut yang pernah jebol dan merendam kawasan Thamrin pada Januari 2013 lalu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sepanjang Ahad kemarin membuat permukaan air di Kanal Banjir Barat (KBB) kian tinggi. Permukaan air hanya berjarak kurang dari satu meter dari tanggul di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2014.

    Berdasarkan pantauan Tempo, proyek pembangunan tembok tanggul KBB di Latuharhary belum sepenuhnya selesai. Penanggung jawab proyek tersebut masih harus membangun tembok sepanjang 70 meter di atas tanggul. Sementara jarak air dengan tanggul hanya sekitar 60 sentimeter.

    "Jarak sekitar 60 sentimeter, tapi ini masih aman kok," kata seorang pegawai Jaya Konstruksi yang enggan menyebutkan namanya kepada Tempo di sekitar tanggul Latuharhary. Namun agar masyarakat tidak khawatir, dia melanjutkan, pihaknya menaruh ratusan karung pasir di sekitar tanggul. "Supaya menurunkan efek psikologis masyarakat."

    Tak hanya menaruh karung pasir, para pekerja juga memasang papan untuk menutupi kerangka tembok. Kegiatan ini pun menarik perhatian warga dan pengendara motor yang tengah melintas. Ada yang menyaksikan di dekat tanggul atupun dari atas jembatan layang. Bahkan ada warga yang memotret aktivitas tersebut.

    Sementara itu, sejumlah wilayah di Ibu Kota sudah terendam banjir. Ketinggian air di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang menjadi langganan banjir, sudah mencapai dua meter. Para petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Timur mulai mendatangi rumah warga untuk segera mengungsikan penghuninya.

    Hujan deras yang mengguyur Depok sepanjang Ahad kemarin membuat bahu Jalan Tanah Baru Raya, Beji, Depok, nyaris ambrol. Warga menutup separuh jalan agar bahu jalan tersebut tidak longsor. "Kejadiannya semalam pas hujan deras," kata seorang warga kepada Tempo, Senin 13 Januari 2014.

    Bahu jalan yang nyaris ambrol tersebut persisnya berada sekitar seratus meter dari Gang Poncol. Bahu jalan itu nyaris ambrol karena tanah di sampingnya tergerus air sungai yang mengalir persis di sepanjang Jalan Tanah Baru Raya. Hujan membuat debit aliran sungai bertambah sehingga menggerus tanah di bawah jalan.

    Akibatnya, jalan sepanjang sekitar tiga meter itu pun tak lagi memiliki penopang tanah di bawahnya. Jika tak segera diatasi, sangat mungkin jalan itu akan ambruk. Padahal jalan ini cukup strategis karena menghubungkan Jalan Raya Sawangan dengan Jalan Mohamad Kaffi I dan Mohamad Kaffi II di Ciganjur dan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    SINGGIH SOARES| DWI RIYANTO AGUSTIAR

    Baca juga:

    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres
    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.