Tolak Sodetan Cisadane, Bupati Tangerang Beri Usulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam Festival Cisadane, sejumlah ibu rumah tangga ikut serta dalam lomba dayung perahu naga di sungai Cisadane, (17/6). Keikutsertaan sejumlah ibu rumah tangga ini merupakan yang pertama kali sebagai hiburan warga. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Dalam Festival Cisadane, sejumlah ibu rumah tangga ikut serta dalam lomba dayung perahu naga di sungai Cisadane, (17/6). Keikutsertaan sejumlah ibu rumah tangga ini merupakan yang pertama kali sebagai hiburan warga. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO , Tangerang - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen meminta agar pemerintah pusat dan Pemerintah DKI Jakarta meninjau kembali rencana sodetan Ciliwung-Cisadane. Zaki mengatakan, yang semestinya dilakukan pemerintah pusat saat ini adalah menormalisasi secara keseluruhan Sungai Cisadane.


    Dengan membangun tanggul di sisi kanan dan kiri sungai, mengeruk sedimentasi sungai yang kini sudah berbentuk delta-delta, adalah yang seharusnya dilakukan dalam mengatasi banjir. "Bukannya membuat sodetan," katanya.


    Hal yang sama, menurut Zaki, seharusnya dilakukan pada Sungai Ciliwung. Dengan normalisasi kedua sungai tersebut akan mengatasi banjir di Ibu Kota yang juga berdampak pada daerah penyangga seperti Tangerang.


    Untuk itu, menurut Zaki, sikap Kabupaten Tangerang yang menolak sodetan Ciliwung-Cisadane sudah final. "Kami minta sungai Cisadane dinormalisasi saja," katanya.


    Secara terpisah, Wali Kota Tangerang Arief Rachardino Wismansyah mengatakan meski belum final memutuskan menolak, ia berharap bisa melihat kajian proyek tersebut. "Saya ingin lihat kajiannya lebih dulu," kata Arief.


    Menurut Arief, sebaiknya sebelum dilakukan sodetan, Sungai Cisadane dan Ciliwung dinormalisasi lebih dahulu agar bisa menampung air dalam volume yang lebih besar. "Bila perlu dirancang untuk bisa menampung air 4 sampai 5 kali lipat dari yang sekarang," katanya.


    JONIANSYAH


    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.