KRL Baru Bisa Angkut Penumpang Lebih Banyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang mengakibatkan sejumlah jadwal rute Kereta Rel Listrik (KRL) terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang mengakibatkan sejumlah jadwal rute Kereta Rel Listrik (KRL) terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) hari ini mulai mengoperasikan dua rangkaian KRL baru seri 205 yang didatangkan pada Mei 2013. "Dua KRL ini menggantikan dua KRL yang lama. Jadi, tidak ada penambahan jumlah perjalanan," ujar Direktur Utama PT KCJ, Tri Handoyo, di kantornya, Rabu, 5 Maret 2014. (baca: 20 KRL Tiba di Tanjung Priok, Kapan Beroperasi?)

    Ia mengatakan KRL seri 205 ini dapat menampung penumpang lebih banyak dibandingkan dengan KRL yang ada saat ini. Sebab, KRL tersebut terdiri atas sepuluh unit atau gerbong. "Biasanya ada delapan unit, tapi ini sepuluh unit," kata Handoyo. Kalau ditotal, jumlah penumpang yang diangkut bisa mencapai dua ribu orang dengan asumsi per unit menampung 200 orang.

    Di Jepang, ucap Handoyo, kursi KRL jenis tersebut bisa dilipat untuk menambah kapasitas jumlah penumpang pada saat jam sibuk. "Kalau di sini tidak bisa dilipat karena ada penumpang manula, ibu hamil, dan difabel yang membutuhkan kursi," ujarnya.

    KRL jenis ini, kata Handoyo, didatangkan dalam program pengadaan 180 unit KRL pada tahun 2013. Dari 180 unit itu, 150 unit sudah tiba di Indonesia, sedangkan sisanya akan datang pertengahan Maret ini. Dengan beroperasinya KRL jenis tersebut setidaknya dapat mengakomodir jumlah penumpang yang terus bertambah. Hingga tahun ini saja, pengguna jasa KRL tercatat mencapai lebih dari 600 ribu orang per harinya.

    Meski demikian, Handoyo menganggap pengoperasian KRL jenis tersebut tak lantas membuat kereta melompong. Sebab, penambahan kereta berapa pun akan selalu ada penumpang karena penggunanya terus tumbuh. "Yang kami perbaiki, jika penuh jangan sampai pendinginnya mati. Ini demi kenyamanan saja," katanya. (baca: Pantograf Rusak, Tiga Rute KRL Terganggu)

    ERWAN HERMAWAN



    Berita Lainnya:
    Kelebihan Protein Berbahaya Bagi Manula
    Asteroid Sebesar Tiga Kali Bus Tingkat Lewati Bumi
    Akibat Asap, Sekolah di Malaysia Boleh Diliburkan
    Hakim Seharusnya Perintahkan Sidik Bos Pertamina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.