Ahok Jadi Gubernur, Lulung: Jangan Macam-macam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Persatuan Pembangunan Abraham Lunggana memberi saran kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bila kelak menduduki jabatan sebagai gubernur. "Pokoknya jangan macam-macam lagi lah, damai-damai saja," ujar pria yang akrab dipanggil Haji Lulung itu saat dihubungi Tempo, Rabu, 26 Maret 2014.

    Ia menyatakan ada beberapa amanat yang tercantum dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Kementerian Dalam Negeri yang mengatur soal itu. "Di Perda 32 Tahun 2004, gubernur diminta untuk menjaga etika dan norma dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah," ujarnya.

    Dalam Peraturan Kemendagri Nomor 24 Tahun 2011 ada dua amanat lain. Selain menjaga etika dan norma, gubernur juga dituntut untuk menjaga stabilitas politik di wilayahnya. "Selain itu juga, ia harus bisa bekerja sama secara integrasi dengan pemerintah daerah sanggahan," ujarnya.

    Lulung, yang sempat bertengkar soal Tanah Abang dengan Basuki, kini melunak. Ia menyatakan tak akan menentang bila Basuki menggantikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Itu kan sesuai konstitusi, kami menghargai," ujarnya. (Baca: Ahok Vs Lulung, Sesepuh Tanah Abang Prihatin)

    Namun, ia berpesan satu hal. "Kita itu harus sadar dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, mereka harus mampu dan dapat dikritik," ujarnya sambil tertawa. (Baca juga: Lulung: Ahok Bukan Negarawan)

    Basuki mengakui kini memang hubungannya dengan Lulung kian mesra. Basuki mengatakan, meskipun nanti dia menjabat sebagai gubernur menggantikan Joko Widodo, dia tetap akan berhubungan baik dengan Lulung dan yang lainnya.

    Basuki juga mengatakan hubungannya dengan beberapa orang lainnya yang juga kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta tidak pernah bermasalah. "Kami kapan sih pernah bertengkar? Aku baru aja telepon-teleponan. Dia (Lulung) yang telepon saya," katanya.

    M. ANDI PERDANA

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    MH370 Turun dari Ketinggian karena Ada Lubang?
    Di Rumah Gus Dur, Jokowi Sempat Bantu Angkat Kursi
    Puing MH370 Ada di Celah Gunung Api Bawah Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.