Pesan Nyepi: Umat Hindu Jangan Golput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ogoh-ogoh merupakan patung perwujudan raksasa jahat (Bhuta Kala) yang diarak dan dibakar sebagai bentuk pembersihan alam semesta dari hal-hal buruk sebelum memasuki Hari Nyepi pada 31 Maret mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ogoh-ogoh merupakan patung perwujudan raksasa jahat (Bhuta Kala) yang diarak dan dibakar sebagai bentuk pembersihan alam semesta dari hal-hal buruk sebelum memasuki Hari Nyepi pada 31 Maret mendatang. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Umat Hindu di seluruh Indonesia diimbau menggunakan hak pilihnya berdasarkan kehendak sendiri dan tidak masuk golongan putih pada pemilihan umum anggota legislatif ataupun presiden tahun ini. (Baca berita Pemilu lengkapnya di http://pemilu.tempo.co/)

    Umat Hindu juga diharapkan dapat menerapkan ajaran Dharma dalam kehidupan bernegara agar tercipta harmoni di antara umat beragama. Kedua pesan itu merupakan amanat dalam upacara perayaan Tahun Baru Saka 1936 yang jatuh pada 31 Maret 2014.

    "Karena bertepatan dengan tahun politik, maka perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka pun disesuaikan," kata Nyoman Udayana Sangging, Pengurus Persatuan Hindu Dharma Indonesia yang menjadi wakil ketua panitia rangkaian upacara peringatan Tahun Baru Saka se-Jabodetabek.

    Sejak Jumat, 28 Maret 2014, sampai Senin, 31 Maret 2014, seluruh umat Hindu di Indonesia akan menggelar perayaan Tahun Baru Saka yang ditandai dengan Nyepi. Sejak kemarin, umat Hindu telah melangsungkan aneka upacara keagamaan. "Besok merupakan acara Tawur Agung, atau sembayang menyambut Nyepi yang bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan dan hubungan manusia dengan Tuhan-nya, sesamanya, dan alam semesta," kata Nyoman.

    Dalam soal tahun politik, kata Nyoman, perayaan pergantian Tahun Saka di Jakarta kali ini memang tidak semeriah tahun lalu. Jika tahun lalu umat Hindu melakukan serangkaian upacara secara terpusat di silang Monas, termasuk pawai puluhan ogoh-ogoh, pada tahun ini upacara akan dipusatkan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. "Memang tidak seramai tahun lalu, tapi semangatnya tetap sama, yakni perubahan ke arah yang lebih baik."

    Justru, kata Nyoman, momentum pemilu pada tahun ini sesuai dengan semangat Nyepi. "Salah satu harapan kami dalam pergantian Tahun Saka kali ini ialah kehidupan bernegara yang lebih baik dibanding sebelumnya. Kami berdoa agar pemilu tahun ini bisa menjadi momentum perubahan itu," ucapnya. (Baca: Libur Nyepi, Ini Rute Penerbangan yang Padat)

    PRAGA UTAMA

    Berita Lainnya:
    Ini Aksi Bohong Penculik Bayi  
    Jokowi: Indonesia Harus Berani Stop Impor Sapi  
    Remy Sylado Kritik Keppres Soal Tiongkok
    Ini Alasan Bondan 'Mak Nyus' Bela Prabowo  
    PKS: Survei Menolak Ahok Bukan Sikap Resmi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.