E-Money, Pendapatan Parkir di Jalan Sabang Melejit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model menunjukan beberapa kartu elektronik money untuk melakukan transaksi pembayaran mesin parkir di Agus Salim (Sabang), Jakarta, 29 Januari 2015. Sebanyak 6 bank yang di tunjuk pemerintah DKI Jakarta  telah resmi digunakan untuk membayaran parkir meter. TEMPO/Dasril Roszandi

    Model menunjukan beberapa kartu elektronik money untuk melakukan transaksi pembayaran mesin parkir di Agus Salim (Sabang), Jakarta, 29 Januari 2015. Sebanyak 6 bank yang di tunjuk pemerintah DKI Jakarta telah resmi digunakan untuk membayaran parkir meter. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Penerapan kartu elektronik pembayaran parkir di Jalan Haji Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat, menunjukkan peningkatan pendapatan parkir pada pekan pertama.

    Edi Sugianto, 47 tahun, petugas parkir di lokasi itu, mengatakan perolehan omzet parkir harian sejak kartu elektronik diterapkan pada 29 Januari pekan lalu mencapai Rp 13 juta. "Langsung naik, tadinya hanya Rp 10 juta per hari," kata Edi saat ditemui di lokasi, Jumat, 6 Februari 2015.

    Edi menjelaskan penerapan kartu elektronik juga mempengaruhi uang koin yang dibekali kepadanya. Semula, ia berujar, perputaran uang koin setiap hari bernilai Rp 6 juta. Sedangkan saat ini hanya Rp 1 juta uang dalam pecahan Rp 500 yang beredar di antara para petugas parkir.

    Pantauan Tempo, selama satu jam di salah satu lahan parkir di jalan itu, setidaknya ada 25 orang yang memarkirkan kendaraannya. Dari jumlah itu, sepuluh orang menggunakan kartu yang sudah dimiliki sebelumnya, sedangkan sisanya masih menggunakan koin.

    Selain petugas parkir, ada lima petugas lain yang menjaga mesin parkir, salah satunya Wahyunira, 27 tahun. Wahyunira dan empat orang bertugas menjual kartu elektronik kepada pemilik kendaraan.

    Dari 15 orang yang belum memiliki, 8 di antaranya membeli kartu yang Wahyunira bawa. Sisanya masih menggunakan uang koin dan kebanyakan beralasan tak membawa cukup uang guna membayar kartu elektronik seharga Rp 40 ribu.

    Wahyunira dibekali 36 kartu elektronik dari enam bank yang bekerja sama dengan UPT Perparkiran DKI Jakarta. Pemilik kendaraan bisa memilih kartu yang sesuai dengan rekening bank mereka. "Tapi, kalau kartunya habis, mereka terpaksa pilih kartu bank lain atau pakai koin," katanya.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.