Jelang Imlek, Waspadai Bandeng Formalin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memilih ikan Bandeng jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Petak sembilan, Jakarta,(28/1). Ikan Bandeng merupakan salah satu makanan khas Imlek yang disajikan ketika perayaan Tahun Baru Cina. ANTARA/M Agung Rajasa

    Warga memilih ikan Bandeng jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Petak sembilan, Jakarta,(28/1). Ikan Bandeng merupakan salah satu makanan khas Imlek yang disajikan ketika perayaan Tahun Baru Cina. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang perayaan Imlek, Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta melakukan sidak ke sejumlah sentra penjualan ikan dan bahan pangan yang potensi banyak dibeli untuk keperluan Imlek.

    Ikan bandeng adalah salah satu produk perikanan yang menurut Kepala Bidang Pertahanan Pangan Dinas Kelautan, Pertanian Sri Hayati, banyak dicari konsumen. "Biasanya pas Imlek bandeng memang lebih banyak dicari karena bagian dari perayaan Imlek. Untuk keamanan dan kenyamanan konsumen kami lakukan sidak ini," ujar Sri saat ditemui di Kantor UPT Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa 17 Februari 2015.

    Sidak bandeng berformalin ini dilakukan di lima Wilayah Kota dan satu kabupaten administrasi di Jakarta. Dari seluruh wilayah objek sidak sebanyak 130 sampel terdiri dari ikan bandeng dan beberapa bahan pangan lain seperti daging dan buah-buahan untuk diuji di lab.

    Sri menambahkan, sampel bandeng terbanyak diambil dari Pasar Ikan Muara Angke karena wilayah tersebut menjadi pusat penyebaran ikan khususnya ikan bandeng di Jakarta. "Di Pasar Ikan Muara Angke, kami ambil 50 sampel ikan bandeng dari sekitar 452 pedagang di sini. Dari sini, ikan-ikan di distribusikan ke seluruh wilayah di ibu kota," kata Sri. Lima puluh sampel bandeng di wilayah Jakarta Utara diambil dari wilayah Cilincing, Kali Baru, dan Muara Angke.

    Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta Darjamuni menyatakan jika hasil uji lab terhadap 130 sampel yang diuji di mobil lab negatif formalin. "Alhamdulilah, dari ratusan sampel yang disidak, hasilnya semua negatif. Artinya, warga yang akan merayakan imlek bisa lega karena tidak mengandung formalin," kata Darjamuni.

    Sri pun menambahkan meski formalin negatif ditemukan di sampel yang ada, sanksi tetap berlaku agar para pedagang di pasar dan sentra penjualan lainnya tidak menggunakan formalin atau bahan berbahaya lainnya. "Ada Peraturan Gubernur Nomor 159 tahun 2013 Tentang Jaminan Mutu Perikanan, pedagang yang kedapatan memberikan ikan dagangannya formalin, kita akan cabut izin jualannya," kata Sri.

    Berdasarkan pengembangan penelitian selama ini, tren penjualan ikan berformalin di DKI Jakarta menurut Sri semakin menurun namun belum sampai ke angka nihil. Untuk wilayah Jakarta sendiri Sri masih optimis penjualan ikan dan bahan pangan berformalin dapat diperketat. Tapi ia tak memungkiri datangnya ikan dari wilayah di luar Jakarta seperti Karawang, Indramayu, dan Lampung. "Dengan pedagang di luar Jakarta ini kami atur juga peraturan untuk menyertakan hasil tes lab guna kelayakan untuk dikonsumsi," kata Sri lagi.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.