Tarmudi Tewas di Salemba Diduga Disiksa Tahanan Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tarmudi (57 tahun), warga Kemayoran, Jakarta Pusat, ditemukan tergantung dengan seutas tali di kamar Nomor 2 blok L, Rumah Tahanan Salemba. Rabu (27/7) pukul 06.00 WIB. Tersangka dugaan pemalsuan tanda tangan merupakan tahanan titipan Kepolisian Sektor Kemayoran, Jakarta PusatKeluarga korban menduga lelaki dua anak itu, selama enam hari ditahan disiksa tahanan lain. "Dia sering mengeluh ke anaknya yang pertama bernama Elvi, kalau selama ditahan sering disiksa,"kata Anang, adik ipar korban saat ditemui di Instalasi Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo, Rabu (27/7).Tarmudi, menurut Anang, dipukuli preman pemegang blok L. Selain disiksa, keluarga korban sempat dimintai uang untuk biaya pemindahan ruang tahanan. Keluarga Tarmudi dihubungi lewat telepon dimintai Rp 3 juta. "Lalu turun jadi Rp 2 juta, Rp 1 juta, dan akhirnya Rp 500 ribu. Awalnya mengaku bernama Agus. Besoknya, namanya ganti jadi Markun, dan Marhaen. Dia mengaku orang Rutan Salemba. Kami tidak memberikan uang itu,"katanya.Kepala Keamanan Rutan Salemba Edi Kusnaedi, mengaku tidak tahu adanya penyiksaan dan pemerasan tersebut. "Di sini ada 4.156 tahanan, yang dijaga hanya oleh 18 sipir. Jadi kami tidak mungkin bisa mengawasi satu per satu tahanan. Selama saya di sini, tidak pernah ada kasus semacam itu,"katanya.Untuk mengusut kebenaran informasi itu, Rutan menyerahkan kepada pihak Kepolisian Sektor Cempaka Putih, yang sedang menangani kasus ini. Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cempaka Putih, Inspektur Satu Eddy Supriyono sendiri, mengaku tengah melakukan penyidikan terhadap dua orang saksi. Mereka ; Purwanto dan Merlim, ditahan dalam ruangan yang sama dengan korban. "Dari keterangan mereka, korban ditemukan sudah tergantung. Kami masih menyelidiki tentang kemungkinan penganiayaan. Untuk masalah pemerasan, kami juga belum menemukan keterangan itu,"katanya.Dari hasil visum dokter forensik RSCM sendiri menyatakan, tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan di tubuh korban. "Memang lidah korban tidak menjulur, sepertui umumnya orang yang mati karena bunuh diri. Tapi, kemungkinan korban tercekik pada kerongkongan bagian atas. Akibatnya, mulut bagian dalamnya tertutul oleh tali. Jadi, lidahnya tidak menjulur,"kata dokter forensik rumah sakit itu, Zulhalimar Syamsu.Raden Rachmadi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.