Membeludak, Stasiun Tanah Abang Berlakukan Buka Tutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu Commuter Line  di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Maret 2015. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Penumpang menunggu Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 30 Maret 2015. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Antrean panjang calon penumpang KRL Commuter Line tampak di Stasiun Tanah Abang. Para penumpang harus mulai mengantre dari luar area stasiun akibat buka-tutup yang dilakukan petugas.

    Buka-tutup dilakukan sekitar pukul satu siang. Hal ini dikarenakan membeludaknya penumpang yang habis berbelanja di Pasar Tanah Abang dan hendak pulang ke tempat tinggal masing-masing.

    "Buka tutup dilakukan untuk mengurangi kepadatan penumpang di dalam peron," kata salah satu petugas Stasiun Tanah Abang, Saeprudin, kepada Tempo, Ahad, 3 Mei 2015.

    Menurut Saeprudin, sebagian besar bukanlah penumpang reguler Commuter Line. "Mereka kebanyakan warga yang akan berbelanja. Mereka menggunakan kereta karena lebih murah dan cepat menuju Pasar Tanah Abang," kata dia.

    Antrean memanjang hingga 50 meter mulai dari anak tangga teratas hingga ke bawah. Calon penumpang yang sudah punya kartu berlangganan dialihkan menuju satu pintu paling ujung.

    Pintu ini biasa digunakan untuk jalan keluar penumpang yang baru turun kereta. Namun petugas membuka tiga dari delapan tap gate untuk penumpang yang hendak masuk ke stasiun. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan penumpang yang terus bertambah menjelang sore hari.

     Hasanah, 45 tahun, sudah berdiri setengah jam di antrean bawah tangga pintu masuk stasiun. "Saya tak menyangka akan sepadat ini hingga tak bisa masuk," kata dia, yang membawa dua anak dan dua kantong plastik besar isi belanjaan.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.