Geng Wong Chi Ping Perlu Dihabisi: Hebatkah Sindikat Ini?

Reporter

Sejumlah tersangka diamankan petugas Badan Narkotika Nasinal (BNN) ketika pemusnahan narkotika di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 12 November 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi berharap anggota sindikat pengedar narkotika yang dipimpin oleh Wong Chi Ping mendapatkan hukuman mati. Sebab, sindikat tersebut merupakan sindikat internasional yang terdiri dari sindikat Tiongkok, Malaysia dan Indonesia.

Slamet menjelaskan, saat ini, Indonesia masuk dalam kategori darurat narkotika lantaran dalam sehari ada sekitar 33 orang yang meninggal akibat menggunakan narkotika. “Narkotika ini merupakan kejahatan yang luar biasa, sebab itu, pemberantasan dan penegakkan hukumnnya harus serius,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Ahad, 15 November 2015.

Jumat lalu, 13 November 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis beragam terhadap sindikat narkotika internasional yang dipimpin oleh Wong Chi Ping. Dalam putusannya, majelis hakim tak memvonis mati seluruh anggota sindikat tersebut. Hanya Wong Chi Ping dan Achmad Salim Wijaya yang mendapatkan hukuman mati. Anggota lainnya seperti, Tam Siu Lung dan Siu Cheuk Fung (warga Hong Kong) dan Tan See Ting (Malaysia) divonis seumur hidup. Sementara itu, anggota lainnya seperti, Andika (WNI) 15 tahun penjara, Syarifudin Nurdin (WNI) 18 tahun, serta Cheung Hon Ming (Hong Kong) dan Sujardi (WNI) 20 tahun. 

Wong Chi Ping dan anggotanya diringkus BNN di Lotte Mart Kalideres, pada 5 Januari 2015. Dari penangkapan tersebut BNN menyita 862 kilogram narkoba jenis sabu yang siap diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Sabu tersebut berasal dari Guangzhou, yang dibawa menggunakan kapal laut melalui Kepulauan Seribu. Barang haram tersebut kemudian dibawa oleh delapan pelaku untuk diserahkan Wong Chi Ping di parkiran Lotte Mart dengan menggunakan mobil boks. 

Slamet khawatir, jika anggota lainnya tak mendapatkan hukuman mati, pengedar narkotika internasional lainnya akan menganggap pemberantasan narkotika di Indonesia tak serius. “Sebab itu, kami sependapat dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang mengajukan banding,” ucapnya. 

Slamet berharap, di tingkat banding, seluruh anggota Wong Chi Ping diganjar hukuman mati. “Terbukti mengedarkan narkotika di bawah 10 kilogram saja dihukum mati, apalagi terbukti mengedarkan narkotika hingga 862 kilogram,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Mantovani belum puas dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap sindikat Wong Chi Ping. Menurut dia, hukuman yang diberikan hakim kepada para terdakwa selain Salim dan Wong Chi Ping belum sesuai dengan perbuatan sindikat tersebut. Kejaksaan akan mengajukan banding atas vonis terdakwa lainnya selain Salim dan Wong Chi Ping. "Untuk efek jera," ujarnya.

Bahaya Sindikat Wong Ching
Sindikat ini terkenal berbahaya dan mengusa kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, juru bicara Badan Narkotika Nasional, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, mengatakan salah satu tersangka pengedar 800 kilogram sabu, Wong Ching Ping, merupakan salah satu target penangkapan oleh tujuh negara. Negara-negara yang mengincar Wong Ching Ping antara lain Cina, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Indonesia. "Bahkan Amerika Serikat juga mengincarnya," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Senin, 5 Januari 2015.

Menurut dia, BNN telah mengincar sindikat pengedar narkotik yang dipimpin Wong Ching Ping sejak 2012. Wong Ching Ping, tutur Sumirat, pernah beberapa kali mencoba mengirimkan narkoba ke Indonesia. "Pada tahun 2012 dan tahun lalu, dia mencoba mengirimkan narkoba, namun gagal," katanya.

Senin, 5 Januari 2015, BNN menangkap sembilan pengedar narkoba di Lotte Mart Taman Surya, Jalan Satu Maret, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, BNN mengamankan 800 kilogram sabu yang berasal dari Guangzhou, Cina.

Wong Ching Ping, ujar Sumirat, merupakan warga Hong Kong yang telah tinggal di Indonesia selama 15 tahun. Wong pernah tinggal di beberapa kota, seperti Jakarta dan Tarakan, Kalimantan Utara. "Dia diduga otak kejahatan ini dan bahkan menikahi WNI."

Dia menjelaskan, dari penggerebekan tersebut, BNN menangkap 9 pelaku: 4 orang berkebangsaan Cina, 4 WNI, dan 1 orang berkebangsaan Malaysia. "Empat orang WNI yang kami tangkap berinisial SYD, AGK, SL, dan SRF," tutur Sumirat.

GANGSAR PARIKESIT | DIKO OKTARA






Dibebaskan dari Tuduhan Penggunaan Narkoba, Lee Sang Bo: Masih Berjuang Pulih

3 jam lalu

Dibebaskan dari Tuduhan Penggunaan Narkoba, Lee Sang Bo: Masih Berjuang Pulih

Hasil tes urin menunjukkan negatif narkoba, Lee Sang Bo bersyukur namun masih harus berjuang untuk sembuh dari depresinya.


Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

2 hari lalu

Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

Polsek Cilandak menyediakan sasana tinju bagi anak muda guna mencegah pemakaian narkoba dan tawuran serta mampu mencetak prestasi di wilayahnya.


Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

6 hari lalu

Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumedang ditangkap karena diduga menyelundupkan ganja dari Aceh untuk diedarkan


10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

7 hari lalu

10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

Sekelompok orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan di sebuah bar di Meksiko tengah, menewaskan 10 orang pengunjung


Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

7 hari lalu

Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap tiga tersangka narkoba di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten.


1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

9 hari lalu

1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

Sebanyak 1,8 ton kokain disita dari sebuah gudang di Lagos, Nigeria, dengan nilai $278,5 juta atau Rp4,18 triliun


Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

10 hari lalu

Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

Remaja yang baru berusia 17 tahun ini berjualan narkoba secara online di Instagram. Menjajakan sabu, ganja dan tembakau gorila.


Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

10 hari lalu

Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

Para tersangka jaringan pengedar ganja ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga pidana mati.


DPR: Perlu Keseriusan dan Simultan Perangi Narkoba di Kalteng

11 hari lalu

DPR: Perlu Keseriusan dan Simultan Perangi Narkoba di Kalteng

Peredaran narkoba marak di Kalteng. Napi narkoba mendominasi Lembaga Pemasyarakatan.


Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 304 Kilogram yang Dimasukkan dalam Truk Sayur

13 hari lalu

Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 304 Kilogram yang Dimasukkan dalam Truk Sayur

Polres Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja seberat 304 Kilogram jaringan lintas Sumatera-Jawa.