Proyek MRT, Trotoar Akan Lebar dan Teduh  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Patung Pemuda, Senayan, Jakarta, 8 Oktober 2015. Mesin bor Antareja diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel Systems Corporation. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak warga Jakarta mengeluhkan trotoar yang kian sempit saat pembangunan mass rapid transit (MRT). Trotoar, yang dulu lebar, kini dipangkas demi proyek transportasi massal yang menghubungkan Lebak Bulus-Dukuh Atas itu.

Rupanya, Pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan rencana untuk membangun lagi trotoar di sepanjang jalur MRT. Pada rapat penataan fasilitas jalur pejalan kaki Jalan Sudirman koridor MRT Jakarta tahap I, yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga hadir untuk membahas fasilitas trotoar tersebut.

"Tadi, kami bahas dengan Pak Gubernur (Ahok) mengenai kawasan Sudirman-Thamrin akan seperti apa setelah ada MRT. Ini baru mematangkan desain dulu," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal usai rapat di Balai Kota pada Selasa, 17 November 2015.

Dalam rapat tersebut, menurut Yusmada, Ahok menginginkan ditiadakannya jalur lambat yang ada di jalan tersebut. "Pak Gubernur bilang, nantinya jalur lambat enggak ada lagi. Konsepnya adalah trotoar tanpa pagar. Ini lagi dibahas," tutur Yusmada.

Selain itu, Yumada berujar, pemilik gedung-gedung yang berada di sekitar trotoar akan diajak bekerja sama membangun fasilitas tersebut. "Gedung-gedung itu nantinya akan dikasih peluang untuk menyediakan kafe ataupun tempat hangout, di dalam gedung. Makanya, nanti akan ada public hearing juga bagi pengelola gedung," ujar Yusmada.

Menurut Yusmada, pengerjaan trotoar tersebut akan berbareng dengan pembangunan MRT, yang saat ini masih berlangsung. "Jadi satu kesatuan dengan MRT. Paling enggak, kalau stasiun bawah udah selesai, atasnya akan digarap sehingga diharapkan pada 2018, MRT selesai, trotoar juga udah selesai," kata Yusmada.

September lalu, Ahok menyampaikan rencananya membongkar jalur lambat kendaraan bermotor yang berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin untuk memperluas trotoar bagi pejalan kaki. Menurut Ahok, trotoar tersebut akan dilebarkan menjadi seluas 9 x 10 meter dengan hiasan pohon di tengahnya.

Ahok pun berujar, agar ruang terbuka di Jakarta semakin besar, trotoar tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemilik gedung di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin untuk membuka kios atau restoran. Tapi, menurut Ahok, fasilitas bagi pejalan kaki tersebut akan dilakukan setelah proyek pembangunan MRT trayek Bundaran HI-Lebak Bulus rampung dikerjakan.

ANGELINA ANJAR SAWITRI






Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

2 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

4 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

5 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

5 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

9 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

11 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

11 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

11 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

Anies Baswedan tak menjawab ketika ditanya apakah membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ketika bertemu 3 pimpinan partai politik.


Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

11 hari lalu

Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan peringatan keras Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto agar tidak asal bicara tentang kepemimpinannya.


Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

12 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

Anies Baswedan sempat berbincang ringan dengan Ahok saat hadir di pernikahan anak politikus Nasdem Sugeng Suparwoto.