Ahok: Selama Ini Ternyata Saya Dikadalin

Reporter

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya menuntaskan pertemuannya selama sembilan jam di gedung Badan Pemeriksa Keuangan dengan para auditor. Ahok diperiksa mulai pukul 09.00 dan selesai pukul 18.00 soal pembelian lahan Sumber Waras.

Ditemui wartawan, Ahok menolak menceritakan isi pemeriksaan. "Enggak boleh, saya enggak boleh cerita sampai hasil audit itu dibawa ke KPK," katanya. Ia mengingatkan bahwa undang-undang menyebutkan pemeriksaan BPK ini bersifat tertutup dan tidak boleh diketahui publik.
SIMAK JUGA: Terkuak yang Bikin Ahok Syok: Gila-gilaan Bayar Listrik Rp 600 Miliar

Maka itu, Ahok juga memohon maaf atas insiden yang terjadi tadi siang, saat staf humas sempat merekam pertemuan tersebut untuk disiarkan. Di menambahkan, hal itu segera diketahui dan dilarang. Bahkan, kata Ahok, stafnya pun dilarang masuk. “Ini dokumen rahasia,” ujarnya.

Ahok mengatakan ia diberi pertanyaan sebanyak delapan halaman. Namun dia tetap enggan memberi tahu awak media ihwal pertanyaan apa saja yang diajukan. “Intinya, saya berterima kasih sama BPK karena saya justru belajar banyak dan mendapat informasi yang tadinya saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

SIMAK: Ahok Penuhi Panggilan BPK Soal Audit RS Sumber Waras  

Karena pertemuan itu, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku jadi lebih paham bagaimana proses dan tata cara administrasi yang sebenarnya. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya tersadar selama ini administrasi DKI Jakarta sangat buruk. “Jadi tadi itu ya ngobrol aja, kayak kuliah sama auditor. Saya jadi sadar ternyata selama ini saya dikadalin,” tuturnya.

“Atas hal ini, tadi saya sampaikan permohonan maaf kepada para auditor karena sempat suudzon. Lalu, auditor bilang mereka itu profesional dan tidak ada hubungannya dengan BPK DKI. Awalnya saya enggak percaya tapi, setelah dijelaskan, saya jadi dapat pengetahuan baru,” katanya.

Tahap berikutnya, ujar Ahok, semua bahan ini akan diserahkan kepada KPK. Nanti KPK akan melihat dan memutuskan akan memanggil saksi lain atau menetapkan seorang tersangka. BPK, kata Ahok, hanya bertugas melaporkan berapa kerugian negara dan siapa aja yang terlibat di dalamnya.

BAGUS PRASETIYO

Baca juga:
Di Balik Heboh Setya  Novanto: 3 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu 
Segera Dipanggil Mahkamah, Ini Sederet Jerat Setya Novanto  






Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

2 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

2 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

5 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

7 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

7 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

7 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

11 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

13 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

13 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

13 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

Anies Baswedan tak menjawab ketika ditanya apakah membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ketika bertemu 3 pimpinan partai politik.