Polisi Prioritaskan Pengamanan Natal 3 Gereja di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota unit elit Kepolisian Negara Republik Indonesia

    Anggota unit elit Kepolisian Negara Republik Indonesia "Brimob" dalam apel pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.COJakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ada tiga gereja yang menjadi prioritas pengamanan perayaan Natal 2016. Tiga gereja itu adalah Gereja Katedral dan Gereja Immanuel, keduanya di Gambir, dan Gereja Paulus di Menteng.

    Tiga gereja itu sama-sama berada di Jakarta Pusat. "Tiga gereja mendapat prioritas mengingat banyaknya jemaat yang beribadah di sana," kata Argo saat dihubungi, Sabtu, 24 Desember 2016.

    Gereja lain pun mendapat pengamanan berlapis. Argo memastikan perayaan Natal tahun ini akan berjalan aman. "Pengamanan semua gereja memadai," ujarnya.

    Argo menjelaskan, pengamanan yang telah disiapkan di setiap gereja telah didukung dengan alat dan tim yang terjamin. "Kami melengkapi pengamanan dengan pemindai logam dan anjing pelacak. Sementara di gereja dengan jemaat yang lebih sedikit, kami bekerja sama dengan pengelola untuk mengenali setiap jemaat," tuturnya. 

    Terkait dengan pengalihan arus lalu lintas, Argo mengatakan hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan pantauan TMC Polda Metro, saat ini arus lalu lintas di jalan protokol masih terkendali. Beberapa di antaranya justru terpantau lengang. 

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan sebelumnya mengatakan pihaknya menyiapkan 20 ribu lebih personel yang akan disiagakan untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2017. Personel tersebut, kata Iriawan, merupakan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.