DKI: Bukan Masjid Raya Daan Mogot Tapi Masjid KH Hasyim Asyari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan Masjid Raya Daan Mogot di Jakarta, 6 Maret 2017. Pembangunan masjid sudah mencapai 95 persen dan hanya finishingnya saja yanng diperkirakan akhir Maret selesai. TEMPO/Fajar Januarta

    Suasana pembangunan Masjid Raya Daan Mogot di Jakarta, 6 Maret 2017. Pembangunan masjid sudah mencapai 95 persen dan hanya finishingnya saja yanng diperkirakan akhir Maret selesai. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyebut, masjid raya yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 April 2017 namanya tak lagi Masjid Raya Daan Mogot melainkan Masjid Raya KH Hasyim Asyari. Selama ini masjid yang dibangun di Jakarta Barat itu dikenal dengan nama Masjid Raya Daan Mogot.

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan nama masjid itu sudah diputuskan menjadi Masjid KH Hasyim Asyari. Saefullah mengatakan pemilihan nama murni hasil rapat bersama di Balai Kota. "Murni hasil rapat bersama. Bukan Pak Ahok," ungkap Saefullah.

    Menurut Saefullah, nama KH Hasyim Asyari dipilih karena pemikiran pahlawan nasional ini yang sangat menghargai kebhinekaan. "Pemikirannya global terkait keagamaan," jelas Saefullah.

    Baca: Masjid Raya Daan Mogot Diresmikan 16 April oleh Presiden Jokowi  

    Sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku ada pejabat DKI yang mengusulkan namanya digunakan sebagai nama masjid. Nama Basuki Tjahaja Purnama sempat diubah oleh Ketua GP Ansor Yaqut Cholil menjadi Basuki Nurul Qomar. Nama tersebut merupakan nama Ahok dalam bahasa Arab.

    Ahok tidak setuju. Menurutnya nama KH Hasyim Asyari lebih tepat, apalagi dekat dengan Jalan Hasyim Asyari.

    Masjid tersebut rencananya akan diresmikan tanggal 16 April 2017. Menurut Saefullah, Presiden RI Joko Widodo akan meresmikan masjid tersebut. Pemilihan tanggal peresmian juga bertepatan dengan habisnya masa cuti Ahok.

    Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat menuturkan pemberian nama masjid tersebut memiliki proses yang tidak singkat.

    "Pemilihan nama KH Hasyim Asyari yang kami usulkan ke Presiden ini karena dia pahlawan nasional. Saat pemilihan nama, ada beberapa nama yang kami pertimbangkan dan mengerucut ke satu nama itu," ujar Hendra, di Candi Bentar Hall, kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin, 3 April 2017.

    Selain itu, nama Hasyim Ashari dipertimbangkan jadi nama masjid karena nama pahlawan tersebut telah menjadi salah satu nama jalan di kawasan Jakarta Barat. Ujung Jalan Hasyim Asyari merupakan salah satu nama jalan yang memotong Jalan Daan Mogot di kawasan Roxy.

    "Jadi pertimbangan Jalan Hasyim Ashari menuju lokasi masjid telah jadi satu kesatuan yang tidak mungkin kalau kemudian dinamakan Masjid Daan Mogot," kata Hendra.

    Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta Arifin mengatakan masjid tersebut patut dibanggakan karena akan jadi masjid raya pertama di DKI Jakarta di tingkat provinsi. Arifin mengatakan masjid tersebut juga diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo sewaktu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

    "Waktu itu Pak Jokowi tanya, 'kita di mana masjid raya?' Kemudian dicarikan lahan yang bisa bangun masjid. Baru setelah itu ditentukan di kawasan Daan Mogot," ujar Arifin.

    Waktu itu, ujar Arifin, semula kawasan Daan Mogot akan dibangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sudah membangun delapan blok rumah susun atau 640 unit. Adanya pembangunan rusun tersebut menjadi tempat untuk membangun masjid Daan Mogot.



    BENEDICTA ALVINTA |LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.