Ketua DPRD Menilai Malas, PPSU Ramai-Ramai Membantah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan membersihkan lumpur yang memenuhi selokan di depan SMA Negeri 8 Jakarta, akibat banjir yang merendam kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, 22 Februari 2017. TEMPO/Febri Husen

    Petugas kebersihan membersihkan lumpur yang memenuhi selokan di depan SMA Negeri 8 Jakarta, akibat banjir yang merendam kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, 22 Februari 2017. TEMPO/Febri Husen

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) ramai-ramai membantah penilaian Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi yang menganggap buruk kinerja mereka. PPSU dari kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Adit, mengaku tak paham penilaian Prasetio. "Ada banyak sampah atau ada bukti yang membuat (kinerja) PPSU (dianggap) menurun?" kata Adit menanggapi masalah kebersihan di wilayah kerjanya.

    Presetio mempersoalkan kinerja PPSU di Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi, Johar Baru dan Tebet. "Sekarang kok PPSU agak malas-malasan," kata Prasetio di Balai Kota DKI, Senin, 24 Juli 2017. Padahal, kata dia, PPSU andalan pemerintah daerah.

    Prasetio meminta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, wali kota, lurah, serta camat untuk meningkatkan kinerja PPSU yang disebut juga dengan Tim Oranye itu. "Mungkin saat Pak Prasetio berkunjung, PPSU bidang Persada sedang tidak ada," ujar Adit. 

    Baca:
    Djarot Saiful Hidayat Perintahkan Lurah dan Camat Awasi PPSU  
    Ketua DPRD DKI: Sekarang Kok PPSU Agak Malas-malasan

    Oky Maulana dari kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, menyangsikan penilaian Prasetio. "Jangan pandang kami PPSU hanya sebelah mata atau hanya dari satu wilayah saja."
     
    Romy dari kelurahan Roa Malaka, Jakarta Barat, mempertanyakan parameter penilaian Prasetio kepada PPSU. "Pengamatannya berdasarkan apa?” Ia merasa kinerjanya sama seperti sebelumnya, yakni tetap intens bekerja, terus berupaya solid, dan konsisten terhadap pekerjaan. “Kalau ada yg malas, pastilah segelintir oknum."

    S. Ali dari kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, sependapat dengan Romy. "Tetap giat setiap hari," kata Ali sambil memperlihatkan beberapa foto saat ia beserta rekan-rekannya bekerja.

    Baca juga:
    Penolak Reklamasi akan Adukan Pengembang Pulau C dan D ke KLHK
    Terungkap Motif Pembunuhan Istri WN Jepang di Lippo Cikarang

    Sedang, Iwan dari kelurahan Kapuk, Jakarta Barat menerima penilaian Prasetio sebagai kritik membangun. Ia mengakui ada anggota PPSU yang malas. “Semangat menurun begitu melihat pergantian kepemimpinan, apalagi ada rumor pengurangan (anggota PPSU)," kata Iwan yang menghubungkan kinerja PPSU dengan peristiwa politik di DKI Jakarta.

    Sedangkan Landong dari kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan, pasrah. "Ya, harus bilang apa?” Namun menurut dia, pekerjaan itu digarap banyak orang. Jika ada yang malas, semuanya akan tampak malas meski sebenarnya banyak yang sudah bekerja semaksimal mungkin.


    MARIA FRANSISCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...