Siswa STIP Tewas, Polisi Tahan Lima Kakak Kelas Korban  

Rabu, 11 Januari 2017 | 12:42 WIB
Siswa STIP Tewas, Polisi Tahan Lima Kakak Kelas Korban  
Para taruna dari sekolah tinggi ilmu pelayaran (STIP) melintas di lapangan sekolah, di Marunda, Jakarta Utara, Rabu (30/4). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tingkat satu bernama Amirullah Adityas Putra, 18 tahun, tewas setelah diduga dianiaya oleh kakak angkatannya, Rabu, 11 Januari 2017. Kejadian itu terjadi di gedung Dormitory Ring 4, kamar M-205, lantai 2, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"Kami sudah tahan lima orang kakak kelas korban, taruna STIP tingkat dua," kata Kepala Kepolisian Sektor Cilincing Komisaris Ali Yuzron, Rabu, 11 Januari.

Menurut Ali, empat pelaku terbukti dan telah mengaku menganiaya Amir saat kejadian. Sedangkan satu orang lain ikut menganiaya teman Amir sebelum kejadian nahas itu. Selain Amir, Ali mengatakan setidaknya ada lima taruna tingkat satu lain yang mendapat penganiayaan.

Kejadian ini bermula seusai latihan drum band pada Selasa sore. Diduga seorang pelaku menyuruh Amir dan teman-temannya secara satu per satu untuk datang ke lokasi. Di sana, diduga pengeroyokan secara bergilir itu terjadi.

Setelah penganiayaan, Ali mengatakan para pelaku sempat kaget karena Amir mendadak pingsan. Ia sempat dibawa ke petugas medis di STIP. "Namun nyawanya sudah tak tertolong," kata Ali.

Mengetahui Amir telah tewas, pada Rabu dinihari, hal ini kemudian dilaporkan ke Polsek Cilincing. Ali mengatakan penyelidikan pun langsung dilakukan.

EGI ADYATAMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan