Kuasa Hukum dan Pengurus FPI Temui Rizieq di Arab Saudi

Sabtu, 20 Mei 2017 | 09:13 WIB
Kuasa Hukum dan Pengurus FPI Temui Rizieq di Arab Saudi
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengurus dan kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) berangkat ke Arab Saudi untuk menemui Rizieq Syihab. Langkah ini diambil untuk berkonsolidasi menghadapi kasus hukum menjerat Rizieq di Jakarta.

"Menyikapi perkembangan yang ada saat ini, terutama dinamika di Jakarta. Habib (Rizieq) kan jadi korban bully yang beredar saat ini, seakan dia tidak bertanggung jawab atas hal yang ia lakukan," kata Ketua Badan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro, Sabtu, 20 Mei 2017.

Baca: Kasus Percakapan Mesum, Sri Bintang ke Rizieq: Nggak Usah Pulang

Menurut Sugito, ada sekitar tujuh pengurus dan empat kuasa hukum dari FPI yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Ia mengatakan ini bukan permintaan Rizieq melainkan inisiatif dari pengurus FPI.

Konsolidasi, kata Sugito, dibutuhkan agar Rizieq tidak salah langkah saat pulang ke Indonesia. "Habib perlu memikirkan ulang, mengatur straetgi supaya ada perlawanan hukum. Supaya kami tak gegabah meghadapi kepolisian yang sudah sangat subjektif dalam memeriksa (kasus) ini," kata dia.

Baca: Ahli: Percakapan Pornografi Rizieq - Firza Penuhi Unsur Pidana 

Ia pun mengatakan Rizieq siap pulang ke Indonesia ketika konsolidasi selesai. Saat ini Rizieq dan keluarganya akan melaksanakan ibadah umrah dahulu. "Bisa saja sebelum lebaran atau setelah lebaran (Rizieq pulang)," kata dia.

Polda Metro Jaya telah dua kali memanggil Rizieq terkait dugaan keterlibatan dia dalam dugaan percakapan berbau pornografi. Namun dua kali pula Rizieq mangkir panggilan itu. Belakangan surat perintah penjemputan dikeluarkan Polda Metro Jaya. Namun karena Rizieq berada di luar negeri penjemputan itu belum bisa dilakukan.

EGI ADYATAMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan