Close

Ayu Azhari dan Fathanah Ketemu di Mal

Rabu, 01 Mei 2013 | 13:21 WIB

Ayu Azhari dan Fathanah Ketemu di Mal
Ayu Azhari memberi keterangan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Ahmad Fathanah terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang rekomendasi kuota impor daging sapi (1/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Artis Ayu Azhari memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ayu bakal diperiksa sebagai saksi bagi tersangka kasus suap impor daging sapi Kementerian Pertaniah, Ahmad Fathanah.

Ayu mengaku pernah diundang oleh Fathanah ke suatu acara. "Beberapa kali diundang ke beberapa tempat di Plaza Indonesia dan Pacific Place," ujar dia. Acara tersebut sepenuhnya berkaitan dengan Partai Keadilan Sejahtera dan pemilihan kepala daerah. Hubungannya dengan Fathanah, kata Ayu, hanya sebatas pekerjaan.

Ia mengaku baru kenal dengan Fathanah sekitar November atau Desember tahun lalu. "Mungkin dia tahu saya dari televisi," ujarnya.

Kasus dugaan suap impor daging sapi terungkap saat komisi antikorupsi menangkap orang dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, bersama seorang wanita muda bernama Maharani Suciono di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Fathanah diduga menerima duit Rp 1 miliar dari direktur dan pemilik PT Indoguna Utama selaku importir daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendi.

Duit itu diduga akan diberikan kepada Luthfi guna mendapatkan kuota impor daging. Saat itu, KPK juga mencokok Juard dan Arya. Esoknya, mantan anggota DPR itu ditangkap KPK. Belakangan, KPK juga mengusut dugaan pidana pencucian uang yang dilakukan Luthfi dan Fathanah. (Baca: Suap Daging Sapi, KPK Periksa Pengacara Fathanah)

SUBKHAN

Berita Lainnya:

Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah
Zanetti Dipastikan Absen Enam Bulan
Demo Buruh Aman, IHSG Lanjutkan Reli
Wabah Leptospirosis, Sampang Berburu Tikus
May Day, Lola Amaria Putar Film Soal Buruh

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan