Kasus Covid-19 DKI Gawat, Epidemiolog: Segera Lockdown atau WFH 100 Persen

Reporter

Adam Prireza

Editor

Dwi Arjanto

Senin, 28 Juni 2021 07:12 WIB

Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

JAKARTA- Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan lockdown merupakan opsi yang paling optimal untuk mengatasi kasus Covid-19 yang kini tengah meroket terus, khususnya di di DKI Jakarta.

Meski begitu, Dicky mengatakan lockdown tak bisa dilakukan hanya di Ibu Kota saja.

“Karena ini kombinasinya di semua daerah, gak cuma Jakarta. Se-Jawa ini,” ujar dia lewat pesan suara pada Ahad malam, 27 Juni 2021.

Dicky mengatakan kondisi pandemi Covid-19 saat ini semakin parah. Terlebih, virus, tersebut kini telah mencapai kelompok yang rawan dan beresiko tinggi, baik dari segi usia, komorbid, atau faktor resiko lainnya.

Epidemiolog Dicky bahkan mengatakan bulan ini merupakan yang terburuk bagi Indonesia.

Selain lockdown, Dicky menawarkan opsi lain yaitu perusahaan memberlakukan 100 persen bekerja dari rumah atau work from home alias WFH bagi karyawannya selama dua pekan ke depan.

Hal itu, menurut dia, dapat secara signifikan menekan penularan Covid-19 lantaran pergerakan masyarakat dibatasi. “2 pekan itu kita evaluasi dan itu harus dilakukan kalau memang pemerintah serius. Tapi harus se-Jawa, tidak bisa Jakarta saja,” kata Dicky.

Seperti diketahui sebelumnya, saat ini Ibu Kota tengah dilanda lonjakan kasus Covid-19 signifikan. Dan berlangsung beberapa hari.

Kemarin, Dinas Kesehatan mencatat ada 9.271 kasus Covid-19 baru. Hari ini jumlahnya meningkat, di mana ada 9.394 kasus baru ditemukan dalam sehari.

Ia mengatakan saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia sudah tergolong luar biasa. Untuk mengatasinya, menurut Dicky, diperlukan pula upaya yang luar biasa. Ia pun mengkritik strategi komunikasi resiko pemerintah yang justru membuat masyarakat bingung.

Advertising
Advertising

Misalnya, di satu sisi pemerintah menerapkan pembatasan secara ketat. Namun, di sisi lain, masyarakat diperbolehkan berkeliaran ke mana-mana. “Strategi komunikasi resiko kita itu buruk dalam situasi seperti ini .Akhirnya membuat masyarakat semakin abai dan tidak terbangun sense of crisisnya,” tutur dia terkait kasus Covid-19 Tanah Air yang mencemaskan.

Baca juga : 336 Tenaga Kesehatan di Kota Bogor Positif Covid-19, Bima Arya: Mengkhawatirkan
#Pakaimasker
#Cucitangan
#Jagajarak

ADAM PRIREZA

Berita terkait

Pembekuan Darah Usai Vaksinasi AstraZeneca, Epidemiolog: Kasusnya Langka dan Risiko Terkena Minim

3 hari lalu

Pembekuan Darah Usai Vaksinasi AstraZeneca, Epidemiolog: Kasusnya Langka dan Risiko Terkena Minim

Pasien pembekuan darah pertama yang disebabkan oleh vaksin AstraZeneca adalah Jamie Scott.

Baca Selengkapnya

Aksi Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika, Columbia University Lockdown Kampus

4 hari lalu

Aksi Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika, Columbia University Lockdown Kampus

Mahasiswa pindah dari tenda dan duduki Hamilton Hall. Kampus mulai menskors sebagian pengunjuk rasa pro Palestina dan mengancam memecat yang lain.

Baca Selengkapnya

Tanggapan Heru Budi hingga Ketua Kadin DKI Soal UU DKJ yang Resmi Diteken Jokowi

7 hari lalu

Tanggapan Heru Budi hingga Ketua Kadin DKI Soal UU DKJ yang Resmi Diteken Jokowi

Heru Budi Hartono meyakini pengesahan UU DKJ adalah yang terbaik untuk Jakarta.

Baca Selengkapnya

Ketua DPRD DKI Jakarta Dorong Pembangunan Rusun Mix Use Development

10 hari lalu

Ketua DPRD DKI Jakarta Dorong Pembangunan Rusun Mix Use Development

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pembangunan rumah susun dapat mengatasi daerah kumuh di Jakarta.

Baca Selengkapnya

AHY Gambarkan Nasib Jakarta setelah IKN Beroperasi

11 hari lalu

AHY Gambarkan Nasib Jakarta setelah IKN Beroperasi

Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan gambaran kondisi Jakarta setelah IKN beroperasi sebagai ibu kota negara.

Baca Selengkapnya

Riwayat Jakarta dari Berstatus Ibu Kota Negara DKI Jakarta Kemudian Hanya Daerah Khusus Jakarta

11 hari lalu

Riwayat Jakarta dari Berstatus Ibu Kota Negara DKI Jakarta Kemudian Hanya Daerah Khusus Jakarta

Sejak abad ke-16, Kota Jakarta telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan hingga secara resmi berubah menjadi DKI Jakarta, terakhir DKJ.

Baca Selengkapnya

Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

12 hari lalu

Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

DPRD DKI menyinggung program Pemprov DKI untuk mengatasi banjir dan kemacetan, salah satunya sumur resapan.

Baca Selengkapnya

Kata Anggota DPRD soal Dinas Dukcapil DKI Jakarta akan Hapus NIK Nonaktif

13 hari lalu

Kata Anggota DPRD soal Dinas Dukcapil DKI Jakarta akan Hapus NIK Nonaktif

Dukcapil DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa sebanyak 92.432 NIK akan dinonaktifkan karena berbagai faktor.

Baca Selengkapnya

Dukcapil DKI Jakarta Akan Nonaktifkan 92. 493 NIK Warga, Begini Cara Cek Status NIK Anda

16 hari lalu

Dukcapil DKI Jakarta Akan Nonaktifkan 92. 493 NIK Warga, Begini Cara Cek Status NIK Anda

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta mengajukan penonaktifan terhadap 92.493 NIK warga Jakarta ke Kemendagri pekan ini

Baca Selengkapnya

Bank DKI Setor Dividen Sebesar Rp 326,4 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

16 hari lalu

Bank DKI Setor Dividen Sebesar Rp 326,4 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI menyumbang dividen terbesar bagi Provinsi DKI Jakarta, jumlahnya mencapai Rp 326,44 miliar.

Baca Selengkapnya