Gubernur Djarot Kebut Agenda Ini di Akhir Jabatannya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Semper Barat dan Pluit, Jakarta Utara, 28 September 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Semper Barat dan Pluit, Jakarta Utara, 28 September 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Djarot Saiful Hidayat dijadwalkan meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Jaka Teratai di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 3 Oktober 2017.  Ruang  publik itu sumbangan dari Yayasan Wahana Visi Indonesia lewat mekanisme corporate social responsibility (CSR).

    Peresmian RPTRA ini adalah satu dari seratusan lokasi yang akan diresmikan, baik itu yang menggunakan anggaran pemerintah ataupun sumbangan pihak swasta lewat CSR. Kegiatan ini paling banyak menyita waktu gubernur dalam beberapa pekan terakhir.

    Adapun RPTRA yang menggunakan anggaran daerah jumlahnya sebanyak 100 lokasi. Menurut Djarot, saat ini sudah ada 94 RPTRA siap diresmikan. Semuanya digelar berkejaran dengan berakhir masa jabatan Djarot pada medio Oktober ini. "Sisa yang enam (RPTRA) itu akan dikebut. Kalau bisa 10 Oktober langsung bisa selesai, bisa kami resmikan," ujar Djarot. 

    Tak hanya meresmikan RPTRA, pada hari yang sama Djarot juga meresmikan masjid yang pernah jadi utang gubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Masjid yang diberi nama Al-Mubarokah itu berdampingan dengan Taman Kalijodo, Jakarta Barat. Bersamaan dengan itu, Djarot juga akan meresmikan Patung Menembus Batas yang dilengkapi pecahan tembok Berlin dan revitalisasi kolong tol di Kalijodo. 

    Selain itu Djarot juga akan meresmikan tanda dimulainya pekerjaan penataan dan pelebaran trotoar di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Pembangunan tersebut menggunakan dana dari sisa kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) pembangunan Simpang Susun Semanggi. 

    Baca: Anggaran Fantastis, Djarot Akan Tarik 101 Mobil Dinas DPRD DKI

    Kemudian, Djarot juga akan meresmikan tempat wisata malam kuliner di Kota Tua, Jakarta Barat. Peresmian tersebut berbarengan dengan peresmian lokasi binaan (lokbin) pedagang kaki lima (PKL) Kota Tua yang terletak di Jalan Cengkeh dan Jalan Kali Besar. 

    "Kami resmikan sekaligus dan kemudian kami dorong, supaya warga yang ke Kota Tua, itu nanti jalan kaki, makanya trotoar kami perlebar di sana, lampu-lampu kami terangi begitu ya," ujar Djarot. 

    Selain itu, Gubernur Djarot juga sudah dijadwalkan menghadiri peresmian revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang hampir rampung. Pada Oktober ini, ia akan meresmikan sejumlah pasar tradisional yang berada di bawah Perusahaan Daerah Pasar Jaya. Targetnya, hingga akhir 2017 ada 16 pasar yang dituntaskan oleh PD Pasar Jaya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.