Soal Paripurna Istimewa Pidato Politik Anies, Prasetyo: Tak Perlu

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambangi Polda Metro Jaya untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik, Inspektur Jenderal Idham Azis, 26 Juli 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambangi Polda Metro Jaya untuk bertemu dengan Kapolda Metro Jaya yang baru dilantik, Inspektur Jenderal Idham Azis, 26 Juli 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Prwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato politik Gubernur Anies Baswedan tidak perlu digelar. Menurut Prasetyo, tidak ada aturan yang pasti mengenai hal tersebut.

    “Bukan tidak ada, memang enggak diatur, kalau di aturannya ada, saya mau (melaksanakan rapat paripurna istimewa),” ujar Prasetyo, Rabu, 19 Oktober 2017.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger

    Dia mengatakan, Anies dan Sandi lebih baik langsung bekerja untuk melaksanakan janji-janji mereka saat kampanye Pilkada lalu. “Sekarang kerja saja sudah. Ada nanti waktunya saat paripurna apalah, bisa kan dilaksanakan, diselipkan di situ,” kata Prasetyo.

    Prasetyo juga mengatakan pada saat Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dlantuk sebagai gubernur, tidak diselenggarakan rapat paripurna istimewa tersebut. “Ah sudahlah kerja saja, saya kepingin kita saling menghargai,” ucapnya. 

    Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika ditanya ihwal program-program yang diusungnya pada kampanye lalu, mengatakan, dia akan membicarakannya jika rapat paripurna istimewa sudah dilaksanakan. Hal tersebut dia lakukan untuk menghormati DPRD.

    Anies Baswedan pun tidak mau menanggapi terlalu jauh pernyataan Prasetyo mengenai rapat paripurna istimewa tersebut. Menurutnya dia mengikuti keputusan DPRD soal rapat tersebut. “Ya DPRD lah yang menentukan, kita ikut,” ucapnya.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.