Selasa, 11 Desember 2018

Universitas Indonesia: Pesan WA Donor Sperma Bukan dari Panitia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    Ilustrasi pengguna WhatsApp. Reuters/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta -Staf Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Egia Etha Tarigan, menyatakan pesan di aplikasi Whatsapp tentang donor sperma untuk kegiatan lokakarya Fakultas Kedokteran (FK) UI bukan resmi dari pihak penyelenggara.

    "Chat yang beredar di WA dengan judul Sperm Donor Needed adalah bukan resmi dari penyelenggara," kata Egia kepada Tempo, Selasa, 14 November 2017 soal kegiatan di FK UI itu.

    Pihak panitia, menurut dia, menyebarkan informasi resmi melalui surat pengumuman untuk kalangan internal yang menjadi peserta lokakarya bertajuk Hands On Workshop: Intra Uterine Insemination and Sperm Preparation.
    Baca : Mahasiswa UI Raih Penghargaan di Kongres Kedokteran Internasional

    Lokakarya ini merupakan bagian dari Symposium and Workhsop 3rd Jakarta Infertility Update 2017 yang diselenggarakan oleh Indonesian Reproductive Medicine Research and Training Center (INA-REPROMED) Fakultas Kedokteran UI yang akan digelar pada 8 Desember 2017 nanti.

    Egia mengatakan, setelah mengonfirmasi ke pihak INA-REPROMED FK UI, belum diketahui siapa yang pertama kali menyebarkan pesan dalam aplikasi Whatsapp tersebut.

    Dia mengatakan, penyebar pesan berantai tersebut mungkin hanya ingin menyebarkan pengumuman donor sperma tersebut secara lebih sederhana. "Tapi kontennya jadi kurang lengkap, karena tidak mencantumkan bahwa ini untuk keperluan penelitian dan syarat-syarat yang lainnya," ujar Egia.

    Surat pengumuman resmi dari FK UI memberikan detail syarat yang harus dipenuhi pendonor. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah pria berumur 18 sampai 45 tahun, sehat jasmani, mengikuti donor secara sukarela, dan bersedia menandatangani formulir kesediaan. Pengumuman ini juga menyatakan sperma yang didonorkan hanya akan digunakan untuk keperluan riset serta data pendonor akan dirahasiakan.

    Pesan yang beredar di aplikasi Whatsapp tersebut berisi ajakan untuk mendonorkan sperma bagi 10 sampai 15 orang. Pendonor akan mendapatkan uang sebesar 100 ribu rupiah dan makan siang pada acara lokakarya tersebut.

    Perihal pemberian insentif sebesar 100 ribu rupiah bagi pendonor, Egia mengatakan, pihaknya belum menanyakan hal ini ke pihak panitia. "Itu lebih ke teknis pas pengambilan sampel di hari H," kata Egia.

    Sampai berita ini ditulis Selasa sore 14 November 2017, Tempo belum mendapatkan konfirmasi dari narahubung yang konon dari panitia FK Universitas Indonesia yang dicantumkan dalam pesan aplikasi Whatsapp tersebut.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.