Anies Baswedan Beri Tip Tangani Bencana di DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan usai pertemuan bersama sejumlah tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan usai pertemuan bersama sejumlah tokoh agama di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, 23 November 2017. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tip penanganan bencana, termasuk banjir yang acap muncul seiring musim hujan, yang puncaknya pada Januari-Februari 2018. Dia menyebutnya tiga kata kunci.

    Anies mengungkapkan tip itu setelah menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Antisipasi Siaga Darurat Banjir, Tanah Longsor, dan Erupsi Gunung Agung di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2017.

    "Jakarta memberi update bahwa kita memulai Operasi Siaga di Ibu Kota," katanya di Balai Kota DKI Jakarta seusai rapat. 

    Menurut dia, Jakarta sudah memulai Operasi Siaga Ibu Kota dan apel sekitar 50 ribu kekuatan aparat pemerintah. Mereka tak hanya dikumpulkan, tapi juga diberikan instruksi mengenai tiga langkah utama dalam menangani bencana. "Tiga kata kunci itu siap, tanggap, dan galang," ujarnya.

    Anies mengklaim tiga kata kunci tersebut dipegang seluruh aparat. Kata kunci "siap" artinya posko di semua wilayah di DKI dalam posisi siap, kemudian bila ada bencana harus segera tanggap dan bergerak melaporkan. Lalu “galang”, kata dia, artinya mengumpulkan semua sumber daya yang ada, bukan hanya sumber daya yang tersedia di istitusinya, tapi juga dari masyarakat dan instansi pemerintah.

    Bahkan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki grup chatting Siaga Ibu Kota. Di dalam grup obrolan tersebut, diinformasikan perkembangan terbaru kondisi bencana. Tim ini, menurut Anies, siap menangani puncak musim hujan di Pulau Jawa yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.