Rabu, 12 Desember 2018

Satpol PP Tewas Ditabrak Kereta Bandara, Pintu Perlintasan Manual

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ujang N, 53 tahun, petugas penjaga palang pintu perlintasan jembatan gantung kapling 07/08 Kedaung, Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sabtu, 20 Januari 2018. Di lokasi ini seorang anggota Satpol PP tewas terserempet Kereta Bandara, di hari yang sama. Tempo/Caesar Akbar.

    Ujang N, 53 tahun, petugas penjaga palang pintu perlintasan jembatan gantung kapling 07/08 Kedaung, Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sabtu, 20 Januari 2018. Di lokasi ini seorang anggota Satpol PP tewas terserempet Kereta Bandara, di hari yang sama. Tempo/Caesar Akbar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, Budi Wiyono, 52 tahun, tewas tertabrak kereta Bandar Udara Soekarno-Hatta di perlintasan Jembatan Gantung Kaveling 07/08, Kedaung, Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, pukul 09.45 WIB.

    Berdasarkan pantauan Tempo, perlintasan itu hanya difasilitasi dengan palang pintu manual di kedua sisi. Sehingga mesti ada penjaga yang menunggui jalan itu untuk menaik-turunkan palang pintu apabila kereta melintas.

    Nuryati, warga yang tinggal sekitar sepuluh meter dari rel kereta, menuturkan adanya palang pintu itu adalah inisiatif warga setempat. Pasalnya, mereka takut terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang jalan perkampungan itu. "Itu keputusan warga," kata Nuryati.

    Keputusan warga untuk merekrut dua orang penjaga pintu perlintasan, kata Nuryati, juga atas kesepakatan warga. "Penjaga palang pintu dibayar dengan iuran warga," tutur Nuryati.

    Salah satu penjaga palang pintu, Ujang N., 53 tahun, mengaku dibayar setiap sekitar empat bulan sekali. "Rp 5 juta dibagi dua," kata Ujang. Berdasarkan pantauan Tempo, dalam aksinya, Ujang sedikit kewalahan untuk menjaga dua sisi perlintasan itu. Sebab dalam satu sif, hanya satu penjaga saja yang beraksi. Sehingga, terkadang dia dibantu oleh warga dan anak-anak di sekitar tempat tersebut.

    Pada kejadian pagi tadi, Ujang mengatakan dia telah mencoba menghentikan Budi yang tengah melaju menggunakan sepeda motor. Namun, anggota Satpol PP itu bergeming dan tetap memacu motornya. "Sudah ditahan pakai peluit dan dibentak pakai kaki, dia tetap maju," tutur Ujang.

    Akibatnya, ketika Budi melaju hendak menyeberangi rel, motor Budi tertabrak kereta sehingga mengakibatkan Budi dan motornya terpental sekitar tiga meter dari pintu perlintasan.

    Ujang mengatakan, saat dilihat warga, kepala Budi masih utuh bersama helm yang dia pakai. "Tapi darah keluar dari kuping dan mulut," kata Ujang.

    Sebelum polisi datang, warga tidak berani mengevakuasi Budi. Budi akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah polisi tiba. Jasad anggota Satpol PP itu direncanakan akan dimakamkan sore ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.