Ikut Antre Pembagian Sertifikat dari Jokowi, Kakek Ini Meninggal

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat Tangerang. Dalam kesempatan ini sebanyak 10.100 lembar sertifikat tanah dibagikan kepada seluruh masyarakat Tangerang

    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat Tangerang. Dalam kesempatan ini sebanyak 10.100 lembar sertifikat tanah dibagikan kepada seluruh masyarakat Tangerang

    TEMPO.CO.Tangerang — Saryana, 70 tahun meninggal mendadak saat mengantre pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Jalan Veteran, Kota Serang, Banten pada Rabu 14 Maret 2018.

    Warga Kampung Cilisung, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang itu tiba-tiba terjatuh. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

    Menteri Sosial Idrus Marham dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy melayat dan memberikan santunan ke rumah duka pada Rabu malam.

    Baca juga: Presiden Jokowi Bagikan 15 Ribu Sertifikat Tanah di Bogor

    Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang Himsar menjelaskan Saryana meninggal karena sakit. Saryana berangkat ke Serang bersama rombongan warga Desa Cijeunjing.

    "Sudah sepuh usianya," katanya singkat.

    Saryana merupakan satu dari pemilik sertifikat lahan yang dibagikan Presiden Jokowi. Di Kabupaten Tangerang ada 1.000 bagian yang dibagikan sertifikatnya kemarin.

    Simak juga: Program Sertifikasi Tanah, Jokowi: Biar Tak Berantem Terus

    Sebanyak 5.000 sertifikat itu diserahkan kepada warga yang berasal dari Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kota Cilegon.

    Anak Saryana, Sarimah mengatakan ayahnya waktu berangkat ke Serang untuk menerima sertifikat dari Jokowi dalam kondisi sehat. "Hanya pamit ke Sarang mau ambil sertifikat,"katanya. Dia membenarkan ayahnya punya riwayat penyakit sesak nafas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.