Mobil Diderek, Ratna Sarumpaet Cerita Obrolan Staf Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat mobil yang diderek oleh petugas dinas perhubungan di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga melihat mobil yang diderek oleh petugas dinas perhubungan di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet mengatakan tak tahu menahu mengapa mobilnya bisa dikembalikan oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mobilnya sempat diderek karena dianggap melanggar Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi oleh bawahan Gubernur Anies Baswedan.

    "Saya enggak tahu, saya rasa sih karena Dishub tahu mereka salah," kata Ratna di Restoran Dapur Indonesia, Jakarta Pusat, hari ini, Senin, 9 April 2018. Dalam konferensi pers ini dia menerangkan somasi kepada Dishub yang baru saja dilayangkan.

    Ratna Sarumpaet lantas menjelaskan bagaimana dia berkomunikasi via telepon dengan salah satu anggota staf khusus Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan pada Selasa, 3 April 2018, ketika mobilnya diderek petugas di Taman Tebet, Jakarta Selatan. Petugas berkeras menderek dengan alasan melaksanakan perintah atasannya.

    BacaAnies Baswedan vs Dishub DKI: Siapa Bayar Denda Ratna 

    Dia menuturkan, pada saat mobilnya diderek oleh petugas Dishub, dia menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, panggilan telepon Ratna tersebut tak dijawab. Dia lalu berbicara dengan salah satu anggota staf Anies, yakni John Odhius.

    Ratna pun meminta penjelasan di mana letak kesalahannya parkir di Taman Tebet sebab menurut dia, tak ada rambu larangan parkir. Bahkan, tempat itu sering dijadikan tempat parkir dan tak ada masalah. Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengatakan, staf Anies Baswedan itu berjanji membantunya.

    Mobil diderek petugas Dishub, Ratna pulang ke rumah menggunakan bajaj. Sekitar satu setengah jam kemudian, staf Anies Baswedan tadi kembali menghubunginya. "Kak Ratna, mobilnya sudah bisa diambil di Dishub di MT Haryono," ucapnya menirukan pernyataan John.

    Bukannya berangkat, Ratna malah menolak mengambil mobil. "Saya jawab, saya tidak akan ambil mobilnya sampai mereka menjelaskan di mana letak kesalahan saya."

    Akhirnya petugas Dishub mengantar mobil itu ke rumah Ratna Sarumpaet. "Jam 11.00 (mobil) sudah di rumah," ujarnya pekan lalu.

    John Odhius tidak mau banyak bicara ihwal pengembalian mobil Ratna Sarumpaet itu. “Biar Bu Ratna saja yang jelasin,” katanya di Balai Kota DKI, pada Kamis, 5 April 2018.

    Walau mobil bebas setelah Ratna Sarumpaet menelepon dia, John membantah telah meminta petugas Dishub mengembalikan mengembalikan mobil Ratna. “Saya enggak kenal (orang) Dishub.”

    Gubernur Anies Baswedan justru menyesalkan tindakan petugas Dishub yang mengembalikan mobil Ratna Sarumpaet. “Jadi, bekerja itu bukan karena rasa takut (pada atasan). Kami berdua (Anies-Sandi) akan jalankan taat SOP,” katanya. “Kalau menjadi pegawai pemerintah, bekerjanya harus takut kepada prosedur.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.