Kelompok #2019GantiPresiden Tak Ambil Pusing Dilaporkan #DiaSibukKerja

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Ferawati, ibu yang diduga diintimidasi oleh massa #2019GantiPresiden saat car free day (CFD) di Bundaran HI, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakart, Senin, 30 April 2018. Tempo/Andita Rahma

    Susi Ferawati, ibu yang diduga diintimidasi oleh massa #2019GantiPresiden saat car free day (CFD) di Bundaran HI, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakart, Senin, 30 April 2018. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu kelompok yang mendukung aksi #2019GantiPresiden, Gerakan Pemuda Jakarta tak ambil pusing dengan pelaporan yang dilakukan oleh dua orang korban dari massa #DiaSibukKerja. Ia pun tak akan melakukan pelaporan balik.

    “Engga perlu lah dari pihak kami untuk melaporkan kembali," kata Ketua Gerakan Pemuda Jakarta, Ade Selon melalui pesan singkat pada Selasa 1 Mei 2018. Ia menegaskan pihaknya lebih fokus untuk terus menggaungkan #2019GantiPresiden.

     "Karena kami lebih penting berjuang bersama rakyat dan gaungkan kembali #2019Gantipresiden," ujar dia. 

    Baca: Kata Polisi Soal Video Viral #2019GantiPresiden Vs #DiaSibukKerja

    Kemarin, dua orang dari massa #DiaSibukKerja datang ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan tindakan intimidasi yang mereka terima saat berada di Car Free Day (CFD) Bundaran HI. Dua orang itu adalah Stedi Repki Watung (36) dan Susi Ferawati (39).

    Stedi datang terlebih dulu  bersama kuasa hukumnya Bambang Sri Pujo. Disusul, Susi Ferawati, seorang ibu yang menjadi viral karena terekam diduga menerima tindakan intimidasi bersama anaknya.

    Polisi pun menerima laporan keduanya. Kini, polisi tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihaknya akan terus memeriksa orang-orang yang terkait dalam kejadian itu.

    Simak: Tsamara PSI: Laporan #2019GantiPresiden Bukan Pesanan Jokowi

    "Semua yang terkait dengan kejadian itu akan kita minta keterangan," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Mei 2018.

    Nantinya jika bahan keterangan dirasa sudah cukup, pihaknya akan memeriksa lagi apakah ada alat bukti yang memenuhi syarat sesuai Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Apabila dua alat bukti memenuhi unsur terjadinya tindak pidana, maka akan segera masuk tahap penyidikan dari kasus dugaan intimidasi kelompok  #2019GantiPresiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.