Mako Brimob Rusuh: Jenazah Briptu Fandi Tiba, Tangis Pun Pecah

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota keluarga korban kerusuhan Mako Brimob berkumpul di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, 9 Mei 2018. Kerusuhan terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa malam, 8 Mei 2018, sejak sekitar pukul 21.00 WIB di Blok C. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anggota keluarga korban kerusuhan Mako Brimob berkumpul di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, 9 Mei 2018. Kerusuhan terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa malam, 8 Mei 2018, sejak sekitar pukul 21.00 WIB di Blok C. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Isak tangis pecah ketika jenazah Brigadir Satu Fandi Setyo Nugroho tiba di rumah duka, Komplek Polri Jatirangga Blok B Nomor 4, RT 1 RW 16, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu malam, 9 Mei 2018. Anggota Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme itu tewas dalam kerusuhan di Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Selasa malam, 8 Mei 2018.

    Pengataman Tempo, pelayat terus mengalir di rumah duka, terutama dari kerabat, tetangga, maupun sesama anggota kepolisian. Bendera kuning sudah terpasang sejak sore di halaman rumah. Puluhan kursi untuk pelayat berjejer.

    Jenazah yang dibawa menggunakan ambulan milik Rumah Sakit Polri Kramajati, Jakarta Timur, tiba di rumah duka pukul 19.00 WIB. Keluarga yang melihat peti jenazah berbalut bendera merah-putih tersebut tak kuasa menahan tangis. Dari dalam rumah terdengar lantunan ayat suci Al-Quran.

    Karena gugur dalam menjalankan tugas di Mako Brimob, pangkat Briptu Fandi dinaikkan menjadi Brigadir (Anumerta). Empat korban lainnya adalah Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, dan Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.