Ramadan DKI Bagikan Takjil di Monas, Sandiaga Uno Tiru Mekkah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 4 Mei 2018. Kunjungan lapangan ini dalam rangka pemantauan stok, pasokan dan perkembangan harga pangan menjelang memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 4 Mei 2018. Kunjungan lapangan ini dalam rangka pemantauan stok, pasokan dan perkembangan harga pangan menjelang memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan komitmennya bersama Gubernur Anies Baswedan bahwa dalam memasuki Bulan Ramadan, jangan ada warga kelaparan.

    "Pak Anies dan saya sudah mengarahkan kepada semua jajaran pemerintah provinsi, enggak boleh masuk bulan suci Ramadan ini ada orang kelaparan," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

    Ia mengingatkan, untuk takjil berbuka puasa selama Ramadan, akan dibuat seperti di Mekkah dan Madinah, di mana orang berlomba-lomba memberikan makan pembuka puasa karena pahalanya sama dengan berpuasa itu sendiri.

    Baca: Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Sahur on the Road saat Ramadan

    "Kita akan buka kesempatan pada keluarga-keluarga sejahtera maupun perusahan untuk berpartisipasi. Jadi, jangan ada orang mau makan rebutan, justru mereka duduk dilayani," ujarnya.

    Nanti mereka yang buka puasa akan dilayani para relawan. Di Monas, kata Sandiaga, juga akan ada acara berbuka puasa bersama tapi tidak perlu mengantre. "Mereka duduk saja, akan diantar makanannya," ucapnya.

    Sandiaga menegaskan hal itu merupakan cara memuliakan dan memanusiakan sesama manusia.

    "Ini akan mengubah pola selama ini kalau cari makan itu berebutan. Saat justru kita akan berikan layanan buka puasa dan salat Magrib, setelah itu akan ada salawat, zikir, lanjut salat Isya, dan tarawih, lalu bubar," kata Sandiaga Uno.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.