Jumat, 25 Mei 2018

Fraksi Nasdem Pertanyakan Rencana DKI Lepas Saham Perusahaan Bir

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. twitter.com

    Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. twitter.com

    Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Bestari Barus mempertanyakan rencana pemerintah DKI melepas saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk. Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI ini menyebut PT Delta merupakan perusahaan yang sehat. Dia justru mempersoalkan jika alasan pelepasan saham itu hanya lantaran pemenuhan janji kampanye saja. "Ini kan perusahaan sehat, kenapa dijual? Mosok dijual karena kampanye," kata Bestari, Jumat, 18 Mei 2018.

    Rencana pelepasan saham itu memang menjadi salah satu janji kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno semasa pemilihan kepala daerah DKI 2017. Belakangan rencana ini telah menuai pro-kontra di kalangan anggota Dewan. 

    Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi menyayangkan keputusan pelepasn saham itu mengingat Delta Djakarta menyetor dividen cukup besar setiap tahunnya. Wakil Ketua DPRD M. Taufik sebaliknya berpendapat bahwa kajian rencana pelepasan saham itu sudah matang. Dia pun berujar bahwa janji kampanye Anies-Sandi itu harus dituntaskan.

    Bestari berpendapat ada janji kampanye lain yang lebih perlu mendapat perhatian ketimbang melepas saham di PT Delta. "Ya gini saja. Laksanakan dulu rumah tapak DP nol rupiah, itu yang paling penting," ujarnya.

    Terkait alasan perusahaan bir yang mendatangkan uang haram, Bestari menyinggung sejumlah perusahaan daerah yang bergerak di bidang pangan pun menjual daging babi, makanan yang haram dikonsumsi umat muslim. "Ya kalau dikonsumsi oleh orang-orang yang menyatakan itu tidak haram bagaimana?" ujarnya.



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.