Minta Dukungan untuk Jadi Presiden, Sam Aliano Pasang Baliho

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho Sam Aliano yang terpampang di Warung Buncit dan Pancoran, Jakarta Selatan.Foto:Istimewa

    Baliho Sam Aliano yang terpampang di Warung Buncit dan Pancoran, Jakarta Selatan.Foto:Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha berdarah Turki, Sam Aliano, memasang baliho di beberapa titik di DKI Jakarta. Baliho itu di antaranya terlihat di Warung Buncit dan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam baliho itu terpampang foto dirinya mengenakan jas hitam dan belangkon, seperti orang yang sedang berdoa.

    Di samping fotonya, tertera doa dan harapan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. "YA ALLAH DI BULAN YANG SUCI INI, AKU BERDOA.. AGAR RAKYAT INDONESIA MENDAPATKAN PRESIDEN YANG TERBAIK. Serta Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, PKS, Hanura, dan Nasdem Berkenan Menetapkan Aku Sebagai Calon Presiden Tunggal. Amin.. Ya Robal Allamin.

    Sam mengklaim sudah mendapat izin untuk memasang baliho tersebut. "Sudah ada izin, kok," katanya saat dihubungi, Rabu, 30 Mei 2018. Meski begitu, ia tak menjelaskan secara rinci siapa yang memberikan izin. "Saya pasang baliho yang berisi doa Ramadan untuk mengucapkan selamat puasa kepada masyarakat," ujarnya.

    Sam juga berharap, dengan baliho itu, ia mendapat dukungan dari partai-partai untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu 2019. "Saya berdoa semoga semua partai menetapkan saya sebagai capres (calon presiden) tunggal," ucapnya.

    Sebelumnya, Sam Aliano telah mengumumkan rencananya ikut pemilihan presiden 2019. Dia bahkan mengklaim didukung relawan Save 2019, yang mendukung Sam Aliano dan Veronica Tan sebagai capres-cawapres. Dalam deklarasi di Gedung Joeang '45 pada April 2018, Sam menyampaikan pernyataan resmi keinginannya maju dalam pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.