Kasus Penjambretan, Giliran Geng Saber Diobrak Abrik Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. assettype.com

    Ilustrasi penjambretan. assettype.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengungkap komplotan berbeda dalam kasus penjambretan di Jakarta. Setelah sebelumnya menemukan kelompok Tenda Oranye yang berbasis di Teluk Gong, kini terungkap adanya geng Saber alias Sapu Bersih asal Cengkareng.

    Baca berita sebelumnya:
    Lagi, Polisi Tembak Mati Tersangka Penjambretan

    Kelompok Tenda Oranye ditemukan dalam penyidikan kasus penjambretan yang dialami Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanudin. Dia dibegal saat sedang bersepeda di kawasan Kota Tua pada bulan lalu.

    Sama seperti Tenda Oranye, kelompok Saber juga mengincar kaum perempuan yang dianggap sasaran empuk. Hingga saat ini, kata Khoiri, telah ada lima laporan polisi dari korban kelompok Siber di Polsek Cikarang. “Kebanyakan mereka mengalami luka akibat jatuh saat barang berharganya dijambret,” kata Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Khoiri, Senin 9 Juli 2018.

    Baca:
    Begini Modus Penjambretan Geng Tenda Oranye dari Teluk Gong

    Khoiri menyatakan telah menembak mati satu tersangka anggota komplotan Saber dan tengah memburu tiga lainnya. "Wilayah operasi mereka di sekitar Cengkareng saja, tidak sampai ke luar," tutur Khoiri.

    Penembakan dilakukan pada Minggu malam 8 Juli 2018. Saat itu polisi hendak mengembangkan penyidikan setelah menangkap BS di Jalan Gunung Galunggung, Cengkareng Timur. BS ditangkap usai menjambret Ayu Rusilah, 46 tahun.

    Baca:
    Sudah Tiga Tersangka Penjambretan Geng Tenda Orange Ditembak Mati

    Menurut Khoiri, kelompok Saber yang bermarkas di Cengkareng ini merupakan pemain lama yang telah beroperasi sekitar 2,5 tahun. Ia pun menyebut keempat pelaku tersebut merupakan residivis yang telah keluar masuk penjara atas kasus yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.