Anies Baswedan Tolak Proyek 6 Tol, Perpres Jokowi Ambil Alih

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meresmikan Tol Becakayu di Kali Malang, Jakarta, 3 November 2017. Tol ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan logistik yang menuju Karawang, Cibitung dan Bandung. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meresmikan Tol Becakayu di Kali Malang, Jakarta, 3 November 2017. Tol ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan logistik yang menuju Karawang, Cibitung dan Bandung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tetap menolak pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota di Jakarta sesuai dengan janji kampanyenya di  Pilkada DKI 2017.

    Anies Baswedan menjelaskan proyek tersebut diambil alih oleh pemerintah pusat tak lama setelah dirinya berhasil menang di Pilkada.  

    Baca juga:

    Presiden PKS: Anies Baswedan Berpeluang Tinggi Menang di Pilpres 
    Peluang Anies Baswedan di Pilpres 2019 Menurut 3 Lembaga Survei

    Pada 15 Juni 2017, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengandung penambahan 55 Proyek Strategis Nasional (PSN) baru.

    Menurut Anies Baswedan, dua bulan setelah Pilkada 2017 dimenangkan oleh dirinya dan Sandiaga Uno, kemudian proyek pembangunan 6 ruas jalan menjadi proyek strategis nasional yanhg tidak lagi di bawah Pemerintah DKI Jakarta.  

    “Apakah ada hubungannya karena gubernur baru dan gubernurnya berpandangan tidak usah meneruskan proyek tersebut lalu ini naik jadi program strategis nasional? Kita lihat aja," kata Anies Baswedan di Masjid Jami Fatahillah, Tanah Abang pada Jumat, 13 Juli 2018.

    Proyek 6 ruas jalan tol dalam kota itu telah digagas sejak Sutiyoso menjadi gubernur DKI. Pengembangan tol dibagi dalam empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. 

    Enam ruas tol dengan total 69,77 kilometer ini terdiri dari Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer, Sunter-Pulo Gebang 9,44 kilometer, dan Duri-Pulo Gebang-Kampung Melayu 12,65 kilometer.

    Kemudian, Kemayoran-Kampung Melayu 9,6 kilometer, Ulujami-Tanah Abang 8,7 kilometer dan Pasar Minggu-Casablanca 9,16 kilometer.

    Pembangunan proyek 6 ruas jalan tol itu  mendapat penolakan dari Komite Penghapus Bensin Bertimbal (KPBB) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan beberapa komunitas lainnya. Salah satu alasan penolakan karena pembangunan dinilai akan meningkatkan pencemaran udara.

    Simak juga: Pelaku Penjambretan Cempaka Putih Ditembak Polisi, Kena di Dada

    Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin berujar keseluruhan jalan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sepanjang 565 kilometer menghasilkan karbon dioksida sekitar 16,62 juta ton per tahun. Jika ditambah dengan enam ruas baru ini, CO2 akan bertambah sekitar 3 juta ton per tahun.

    Anies Baswedan belum menjelaskan langkah yang akan diambil Pemprov DKI. Saat ini, dia hanya ingin masyarakat tahu bahwa Pemprov DKI tidak meneruskan pembangunan enam ruas tol dalam kota. "Wewenangnya diambil pusat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.