Final Piala Dunia 2018, Alasan Anies Pilih Nonton di Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cagub DKI Anies Baswedan mengggiring bola dalam pertandingan futsal bersama Sandiaga Uno di Cakung, Jakarta, 17 November 2016. TEMPO/Subekti

    Cagub DKI Anies Baswedan mengggiring bola dalam pertandingan futsal bersama Sandiaga Uno di Cakung, Jakarta, 17 November 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Prancis dan Kroasia malam ini, Ahad, 15 Juli 2018 menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh masyarakat dari seluruh belahan bumi. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berencana menonton final Piala Dunia 2018 malam nanti pukul 22.00 WIB.

    Anies berencana menyaksikan puncak pertandingan bola internasional itu di kediamannya bersama keempat anaknya.

    "Anak-anak para pengin nonton bareng di rumah karena selama ini belum pernah sempat nonton di rumah," ucap Anies ketika ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Ahad, 15 Juli 2018.

    Baca: Alasan Politis Anies Baswedan Jagokan Kroasia Juara Piala Dunia

    Anies menjagokan Kroasia sebagai pemenang Piala Dunia 2018. "Alasannya karena membawa semangat perubahan," kata Anies.

    Anies  Baswedan mengaku sejatinya bukan pendukung Kroasia, melainkan Jerman. Namun, juara Piala Dunia 2010 itu harus pulang lebih awal di babak penyisihan grup.

    Setelah pulangnya Jerman, Anies Baswedan sempat beralih ke Belgia dan Inggris. Namun, kedua negara juga tak mampu mencapai partai final Piala Dunia. "Jagoan saya udah pada tumbang," kata Anies.

    Baca: Anies Baswedan Tolak Proyek Tol, Sandiaga Bilang Sudah Terlanjur

    Laga Final Piala Dunia 2018 antara Prancis vs Kroasia akan digelar di Stadium Luzhniki, Moscow, Rusia. Perancis melaju ke final setelah mengalahkan tim kuda hitam, Belgia dengan skor 1 - 0. Sementara, Kroasia melaju ke final untuk pertama kalinya setelah menang dramatis 2 - 1 melawan Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.