Dituduh Pencemar Kali Item, Pengrajin Tempe Salahkan Air Mandi

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan sampah di Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Kali ini memiliki tingkat polusi yang cukup tinggi dan membutuhkan waktu lama untuk membersihkannya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Petugas membersihkan sampah di Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Kali ini memiliki tingkat polusi yang cukup tinggi dan membutuhkan waktu lama untuk membersihkannya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Para pengrajin tempe di Kemayoran, Jakarta Pusat membantah tuduhan sebagai pencemar Kali Sentiong  dan Kali Item yang alirannya melintasi belakang Wisma Atlet Asian Games.

    Baca juga: Kali Item Ditutupi Waring 726 Meter, Biayanya Setengah Miliar

    Jon, pengrajin tempe di Sunter Jaya, menjelaskan limbah rumah tangga lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan limbah yang mereka hasilkan yang dibuang ke sungai.

    "Air mandi juga kalau mengendap dan tidak mengalir juga baunya tidak sedap. Limbah dari tempe saya yakin tidak sebesar itu," tutur Jon, pengrajin tempe sejak 1978,  pada Jumat 27 Juli 2018.

    Casmadi, pengrajin tempe lainnya, mengaku tak masalah dengan rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang meminta mereka berhenti beroperasi selama Asian Games 2018.

    Syaratnya, pemerintah  DKI Jakarta dapat menjamin perekonomian sehari-sehari mereka.

    Baca juga: Menjelang Asian Games, Sandiaga Uno Stop Produksi Tempe Kali Item

    "Kalau tidak ada solusi yang jelas, kan sama saja membunuh. Kami kan punya anak istri," kata Casmadi, 50 tahun, salah satu produsen tempe rumahan di RT 7 Rw 03, Sunter Jaya.

    Menurut Casmadi, banyak warga Sunter Jaya yang memiliki mata pencaharian sebagai produsen tempe. Di RT 7 saja, kata dia, setidaknya ada 6 grup produsen rumahan yang menghasilkan 40-50 kilogram tempe setiap harinya.

    "Dalam satu grup, paling tidak ada 4-5 orang pekerja yang berkeluarga," ucap dia.

    Menurut Jon,  rata-rata produsen tempe berstatus ekonomi menengah ke bawah. Sehingga, jika diminta berhenti, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari lantaran kehilangan mata pencaharian.

    Kali Sentiong dan Kali Item yang melintas dekat  Wisma Atlet Kemayoran menjadi perhatian lantaran mengeluarkan bau busuk. Sekitar 150 pengusaha tempe rumahan di sekitar kali disebut sebagai biang keladi pencemaran kali tersebut.

    Simak juga: Anies Gunakan Teknologi Miliaran Rupiah di Kali Item, Berhasil?

    Pada Kamis, 26 Juli 2018,  Sandiaga Uno meminta para pengusaha tempe menghentikan produksinya. Sandiaga Uno telah menugaskan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan DKI Jakarta untuk turun ke lapangan mencarikan solusi bagi para pelaku usaha.

    "Kami akan minta mereka stop berproduksi dan akan dicarikan solusinya,”  kata Sandiaga Uno yang menuduh pengrajin tempe sebagai pencemar Kali Item. "Saya sih maunya tidak hanya saat Asian Games, seterusnya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.