Rabu, 17 Oktober 2018

Menjelang Asian Games, Sandiaga Uno Stop Produksi Tempe Kali Item

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, sebagai salah satu tempat penyelenggaraannya, Kota Jakarta terus berbenah dan mempercantik diri. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto aerial Wisma Atlet Kemayoran di dekat Kali Item di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Menjelang pelaksanaan Asian Games 2018, sebagai salah satu tempat penyelenggaraannya, Kota Jakarta terus berbenah dan mempercantik diri. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan menjelang perhelatan Asian Games 2018 pihaknya segera menghentikan proses produksi tempe di sekitar Kali Item atau Kali Sentiong, Jakarta Pusat.

    Baca juga: Ini Kelompok yang Teriak Hidup Ahok di Peresmian Lapangan Banteng

    "Kami akan minta mereka stop berproduksi dan akan dicarikan solusinya," kata Sandiaga Uno di kompleks Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis, 26 Juli 2018.

    Menurut Sandiaga Uno, penertiban dilakukan lantaran produsen tempe kerap membuang limbah produksinya ke Kali Item. Hal tersebut dianggap berkontribusi terhadap pencemaran di kali tersebut.

    "Saya inginnya berhenti produksi tidak hanya saat Asian Games, tapi seterusnya," ujar Sandiaga Uno.

    Menurut Sandiaga Uno, Pemerintah Kotamadya Jakarta Utara dan Jakarta Pusat telah melakukan pendataan terhadap UKM tempe di sekitar Kali Sentiong yang berjumlah sekitar 150 unit usaha.

    Sandiaga juga telah menugaskan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan DKI Jakarta untuk turun ke lapangan mencarikan solusi bagi para pelaku usaha.

    Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Mudarisin menuturkan penyebab utama tercemarnya Kali Item karena masyarakat membuang limbah rumah tangganya ke kali itu. Pencemaran Kali Item diperparah dengan adanya 150 pembuat tahu dan tempe di sekitar lokasi itu.

    Mudarisin memperkirakan setiap pembuat tahu-tempe membuang sekitar 200 liter limbah pembuatan makanan berbahan dasar kedelai itu per hari yang mereka buang ke Kali Sentiong.

    Menurut Mudarisin, Dinas kesulitan untuk menindak tegas atau menutup usaha para pembuat tahu-tempe yang mencemari kali itu, terutama menjelang Asian Games 2018. Sebab, para pembuat tahu-tempe itu masuk kategori industri rumahan yang tak memiliki modal untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Jadinya kami hanya bisa melakukan pembinaan,” ucap Mudasirin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.