Baru 3 dari 56 Kelurahan di Jakarta Barat Tak BAB Sembarangan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi toilet duduk. victoriaplum.com

    Ilustrasi toilet duduk. victoriaplum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengimbau warga Jakarta untuk tidak lagi buang air besar (BAB) sembarangan. Sandiaga mengajak masyarakat melakukan budaya bersih di lingkungannya.

    "Tentunya sukses kita untuk mengubah perilaku masyarakat di mana buang sampahnya," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 27 Juli 2018.

    Menurut Sandiaga Uno, kawasan Jakarta Barat sampai saat ini ternyata belum termasuk daerah bebas buang air besar (BAB) sembarangan atau ODF (Open Defecation Free).

    Dari 56 kelurahan yang ada, baru tiga kelurahan mendeklarasikan ODF atau bebas dari BAB sembarangan.

    Masih ada enam kelurahan lainnya di Jakarta Barat yang siap untuk diverifikasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan mendeklarasikan diri sebagai kelurahan ODF.

    "Iya yang itu juga salah satu keinginan kita, Asian Games ini digunakan menghadirkan fasilitas publik yang yang lebih diprioritaskan untuk masyarakat khususnya masyarakat kelas bawah," kata Sandiaga.

    Sebelumnya, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora Jakarta Barat telah mendeklarasikan bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF.

    Kelurahan Duri Utara adalah satu dari 12 kelurahan di DKI Jakarta yang mendeklarasikan ODF karena telah melewati tahapan dalam pelaksanaan kegiatan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

    Kelima pilar STBM adalah stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

    Untuk kelurahan bebas dari BAB sembarangan, Kementerian Kesehatan memiliki sistem monitoring dan evaluasi yakni e-Money STBM. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?