Kapolda Metro Jaya Instruksikan Bentuk Satgas Berantas Preman

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memberi sambutan pada acara pengiriman bantuan kemanusiaan kepada korban Gempa Lombok di Polda Metro Jaya, Rabu, 8 Agustus 2018. Bantuan ini akan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules langsung ke Pulau Lombok. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memberi sambutan pada acara pengiriman bantuan kemanusiaan kepada korban Gempa Lombok di Polda Metro Jaya, Rabu, 8 Agustus 2018. Bantuan ini akan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules langsung ke Pulau Lombok. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz, memerintahkan kepada seluruh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Kepolisian Resor seluruh Jakarta untuk membuat satuan tugas (satgas) untuk memberantas preman.

    Intruksi Idham itu keluar karena makin maraknya pungutan liar oleh preman. Ia menyebut beberapa di antaranya seperti di Ruko 1000 Cengkareng dan di Tanah Abang. 

    "Video pungli itu viral, jadi kami tindak," ujar Idham di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Agustus 2018. 

    Satgas itu, kata Idham, tidak hanya untuk memberantas tindak preman, tetapi juga begal. Ia juga akan memerintahkan kepada jajarannya melakukan operasi besar-besaran saat penutupan Asian Games 2018 di sekitar Gelora Bung Karno. 

    "Kami akan tingkatkan operasi kewilayahan 3 - 4 hari ke depan ini, yang suka malak gitu kami tangkap," ujar dia. 

    Menurut Idham, semua rakyat Indonesia akan bersuka cita menutup Asian Games sehingga polisi harus memberi rasa aman dan damai di acara itu. 

    Perhelatan Asian Games 2018 akan selesai dalam 3 hari lagi. Acara olahraga akbar yang dimulai dari 18 Agustus itu akan menggunakan GBK sebagai venue utama penutupan pada Ahad, 2 September 2018. Kapolda Metro Jaya telah memerintahkan jajarannya melakukan razia preman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.